Surat Al-Ma’idah Ayat 43

وَكَيْفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِندَهُمُ ٱلتَّوْرَىٰةُ فِيهَا حُكْمُ ٱللَّهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَآ أُو۟لَٰٓئِكَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ

Arab-Latin: Wa kaifa yuḥakkimụnaka wa 'indahumut-taurātu fīhā ḥukmullāhi ṡumma yatawallauna mim ba'di żālik, wa mā ulā`ika bil-mu`minīn

Artinya: Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang didalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman.

« Al-Ma'idah 42Al-Ma'idah 44 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Mendalam Berkaitan Surat Al-Ma’idah Ayat 43

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Ma’idah Ayat 43 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada aneka ragam pelajaran mendalam dari ayat ini. Terdokumentasi aneka ragam penafsiran dari para ulama terhadap isi surat Al-Ma’idah ayat 43, antara lain sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Sesungguhnya tindakan orang-orang yahudi itu amat aneh. Mereka itu meminta putusan hukum kepadamu (wahai rasul), padahal mereka tidak beriman kepadamu dan tidak juga kepada kitabmu, meskipun kitab taurat yang mereka Imani yang ada pada sisi mereka, didalamnya terdapat hukum Allah. Kemudian mereka berpaling setelah putusanmu ketika putusan itu tidak menyenangkan mereka. Maka mereka menggabungkan antara keingkaran kepada syariat mereka dengan berpaling dari putusan hukummu. Dan bukanlah Orang-orang yang bersifat demikian itu termasuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan kepadamu beserta putusan yang kamu putuskan.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

43. Allah mengingkari perbuatan mereka: bagaimana mereka akan meminta keputusan kepadamu Sedangkan di dalam Taurat yang mereka miliki terdapat hukum rajam yang merupakan hukum Allah namun mereka tidak mentaati kebenaran itu?

Hai Muhammad, Orang-orang yang jauh dari rahmat Allah itu tidak akan beriman dengan hukum yang kamu tetapkan, dan mereka tidak mengakui kitab yang Allah turunkan kepadamu dan yang Allah turunkan kepada Musa.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

43. Sikap mereka itu benar-benar aneh. Mereka ingkar kepadamu tetapi mereka menjadikanmu sebagai hakim dengan harapan kamu akan memberikan keputusan (hukum) yang sejalan dengan keinginan mereka. Padahal mereka mempunyai kitab suci Taurat yang mereka klaim sebagai kitab suci yang mereka yakini dan berisi ketentuan-ketentuan hukum dari Allah. Kemudian mereka akan mengabaikan keputusanmu manakala keputusan itu tidak sejalan dengan keinginan mereka. Jadi, mereka menggabungkan antara pengingkaran terhadap isi kitab suci mereka dan pengabaian terhadap keputusanmu. Tindakan mereka itu bukanlah tindakan orang-orang yang beriman. Oleh karena itu, mereka bukanlah orang-orang yang beriman kepadamu dan tidak mengakui agama yang kamu bawa.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

43. وَكَيْفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِندَهُمُ التَّوْرَىٰةُ فِيهَا حُكْمُ اللهِ (Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang didalamnya (ada) hukum Allah)
Ayat ini mengandung bentuk keheranan atas perbuatan mereka menyerahkan perkara mereka kepada Rasulullah, padahal mereka tidak beriman kepadanya dan tidak pula kepada yang ia datangkan, terlebih lagi hukum yang diberikan kepada mereka sebenarnya telah ada dalam Taurat, seperti hukum rajam dan lain sebagainya. Mereka meminta agar Rasulullah memutuskan perkara mereka sebenarnya hanya ingin mendapat pembenaran dari Rasulullah atas perbuatan mereka mengubah-ubah Taurat dan pembenaran atas hawa nafsu mereka.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

43. Bagaimana bisa mereka mengangkatmu sebagai hakim wahai rasulullah, sedangkan di sisi mereka sudah ada hukum Allah yang terang dalam Taurat seperti rajam dan hukum lainnya, namun mereka ingin agar keputusanmu ini sesuai dengan hawa nafsu dan penyimpangan mereka, jadi jika keputusanmu itu tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, niscaya mereka akan berpaling dari keputusanmu. Dan sebenarnya mereka itu tidak beriman dengan risalahmu dan kitab mereka.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Bagaimana mereka meminta keputusan darimu, sedangkan mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya hukum Allah, kemudian mereka berpaling} mereka berpaling dari putusanmu {setelah itu} setelah putusanmu {Mereka benar-benar bukanlah orang-orang mukmin


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

43. Kemudian Allah berfirman heran terhadap mereka, “Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman.” Seandainya mereka itu beriman, melakukan apa yang menjadi konsekuensi dan tuntutan iman, niscaya mereka tidak akan berpaling dari hukum Allah yang ada dalam Taurat yang mereka miliki kecuali mungkin mereka mendapatkan sesuatu padamu yang sesuai dengan hawa nafsu mereka. Dan manakala kamu menghukum mereka dengan hukum Allah yang cocok dengan hukum mereka, mereka juga tidak mau, justru mereka berpaling darinya dan tidak rela padanya.
Allah berfirman, “Mereka itu sungguh bukan,” yaitu, orang-orang yang dengan perbuatan seperti ini, bukanlah orang-orang yang beriman. Maksudnya, ini bukan perilaku orang-orang yang beriman, mereka tidak layak menyandang iman, karena mereka menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan dan menjadikan hukum iman mengekori hawa nafsu mereka.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 41-44
Ayat-ayat yang mulia ini diturunkan untuk mereka yang terburu-buru dalam kekafiran, menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan RasulNya, mendahulukan pendapat dan hawa nafsu mereka atas hukum-hukum Allah (yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman) yaitu mereka menunjukkan iman dengan lisan mereka, tetapi hati mereka sangat rapuh keimanannya. Mereka adalah orang-orang munafik. (dan (juga) di antara orang-orang Yahudi) mereka semua itu musuh-musuh Islam dan para pemeluknya (mereka amat suka mendengar (berita-berita) bohong) yaitu mereka sangat suka dan senang dengan hal itu (dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu) yaitu mereka sangat suka dengan kaum-kaum lain yang tidak mendatangi majelismu, wahai Muhammad. Dikatakan bahwa maknanya adalah mereka mendengarkan perkataan itu, lalu menyimpulkan sendiri hal itu kepada musukmu yang tidak datang kepadamu (mereka merubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya ) yaitu mereka menafsirkannya dengan tafsir lain yang berbeda dengan penafsiran aslinya, dan menggantinya setelah mereka memahaminya, sedangkan mereka mengetahui hal itu (Mereka mengatakan: "Jika ini diberikan kepada kamu) cambuk dan sesuatu yang panas ini (maka terimalah) maka terimalah itu (dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah) dari menerima dan mengikutinya.
Allah SWT berfirman (Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar (41) Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong) yaitu sesuatu yang bathil (banyak memakan yang haram) sesuatu yang haram, yaitu suap, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Mas’ud dan lainnya bahwa ini adalah sifatnya, bagaimana Allah menyucikan hatinya, dan bagaimana Dia akan mengabulkan doanya. Kemudian Allah berfirman kepada nabiNya (Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu) yaitu mereka meminta keputusan kepadamu (maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun) yaitu maka tidak ada kemudharatan bagimu jika ditak memberi keputusan di antara mereka karena mereka tidak bermaksud meminta keputusan kepadamu dengan mengikuti kebenaran melainkan mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka.
Ibnu Abbas, Mujahid, ‘Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, As-Suddi, Zaid bin Aslam, ‘Atha’ Al-Khurasani, dan lainnya berkata bahawa ayat tersebut dinasakh dengan firmanNya (dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah) (Surah Al-Maidah: 49)
Kemudian Allah SWT berfirman seraya membantah pandangan mereka yang salah dan niat mereka yang sesat dengan meninggalkan apa yang mereka yakini sebagai kebenaran dari kitab yang ada pada mereka, yang mereka akui bahwa mereka diperintahkan untuk berpegang padanya selamanya. Kemudian mereka melanggar hukumnya dan berpaling kepada hal lain yang mereka yakini bahwa hal itu tidak benar dan tidak harus mereka ikuti. Lalu Allah berfirman: (Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang didalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman (43))
Kemudian Allah memuji Taurat yang Dia turunkan kepada hamba dan rasulNya, nabi Musa AS. Allah berfirman: (Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah) yaitu mereka tidak melanggar hukumnya, tidak mengganti dan mengubahnya (dan para rahib mereka dan pendeta-pendeta mereka) yaitu, demikian juga para rahib di antara mereka, yang merupakan orang-orang alim Yahudi, dan para pendeta, mereka juga orang-orang alim (disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah) yaitu karena mereka memelihara kitab Allah dimana mereka diperintahkan untuk menampakkan isinya dan mengamalkannya (dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku) Janganlah kalian takut kepada merekaa melainkan takutlah kepadaKu (Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir)
Firman Allah SWT: (Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir) Al-Bara' bin 'Azib, Hudzaifah bin Al-Yaman, Ibnu Abbas, Abu Majlaz, Abu Raja' Al-Utaridi, Ikrimah, Ubaidillah bin Abdullah, Al-Hasan Al-Bashri, dan lainnya mengatakan bahwa ayat ini turun tentang Ahli Kitab. Hasan Al-Bashri menambahkan: "Sedangkan hal itu merupakan kewajiban untuk kita"
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir) dia berkata: "Siapa saja yang melanggar apa yang telah diturunkan Allah, maka dia telah kafir. Dan siapa saja yang membenarkannya namun tidak menentukan hukum sesuai dengan itu, maka dia adalah orang yang zalim dan fasik"


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Ma’idah ayat 43: Seperti ayat tentang hukum rajam. Dalam hadits riwayat Muslim dari Ibnu Umar disebutkan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أُتِىَ بِيَهُودِىٍّ وَيَهُودِيَّةٍ قَدْ زَنَيَا فَانْطَلَقَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَتَّى جَاءَ يَهُودَ فَقَالَ « مَا تَجِدُونَ فِى التَّوْرَاةِ عَلَى مَنْ زَنَى » . قَالُوا نُسَوِّدُ وُجُوهَهُمَا وَنُحَمِّلُهُمَا وَنُخَالِفُ بَيْنَ وُجُوهِهِمَا وَيُطَافُ بِهِمَا . قَالَ « فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ » . فَجَاءُوا بِهَا فَقَرَءُوهَا حَتَّى إِذَا مَرُّوا بِآيَةِ الرَّجْمِ وَضَعَ الْفَتَى الَّذِى يَقْرَأُ يَدَهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ وَقَرَأَ مَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا وَرَاءَهَا فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلاَمٍ وَهْوَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مُرْهُ فَلْيَرْفَعْ يَدَهُ فَرَفَعَهَا فَإِذَا تَحْتَهَا آيَةُ الرَّجْمِ فَأَمَرَ بِهِمَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَرُجِمَا .

"Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah dihadapkan orang Yahudi laki-laki dan perempuan yang berzina, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pergi mendatangi orang-orang Yahudi dan bersabda, "(Hukuman) apa yang kalian dapatkan dalam Taurat bagi orang yang berzina?" Mereka menjawab, "Kami menghitamkan mukanya dan menaruhnya di atas hewan kendaraan, menyilangkan antara kedua mukanya dan dikelilingi." Beliau bersabda, "Bawalah kemari Taurat itu, jika kamu orang-orang yang benar!" Maka mereka pun membawanya, sehingga ketika telah sampai pada ayat rajam, pemuda yang membacanya menaruh tangannya (menutupi) ayat tentang rajam, ia baca ayat sebelum dan sesudahnya. Lalu Abdullah bin Salam yang ketika itu bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Perintahkan dia untuk mengangkat tangannya!", ia pun mengangkat tangannya, ternyata di bawah tangannya ada ayat tentang rajam, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan keduanya dirajam."

Karena jika mereka beriman, tentu mereka tidak akan berpaling dari hukum Allah yang ada dalam kitab mereka, dan datang kepadamu dengan harapan kamu memutuskan sesuai hawa nafsu mereka. Oleh karena itu, mereka bukanlah orang-orang yang beriman, karena mereka menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya dan menjadikan hukum-hukum keimanan mengikuti hawa nafsu mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Ma’idah Ayat 43

Dan bagaimana mungkin mereka akan mengangkatmu, wahai nabi Muhammad, menjadi hakim untuk menyelesaikan perselisihan di antara mereka, padahal mereka mempunyai taurat yang di dalamnya terdapat hukum Allah' mereka mengubah isi dan tidak menaati hukum dalam taurat. Jika mereka berbuat demikian terhadap kitab mereka sendiri, nanti mereka pasti akan berpaling dari putusanmu setelah itu' sungguh, mereka itu benar-benar bukan termasuk orang-orang yang beriman pada ayat yang lalu dijelaskan sikap orang yahudi terhadap taurat dan hukum yang terdapat di dalamnya. Pada ayat ini diterangkan bahwa taurat diwahyukan sebagai petunjuk bagi bani israil, tetapi sebagian hukumnya mereka tinggalkan. Penjelasan ini diawali dengan suatu ungkapan untuk meyakinkan. Sungguh, kami yang menurunkan kitab taurat kepada nabi musa; di dalamnya ada petunjuk untuk membimbing mereka ke jalan yang lurus dan cahaya yang akan menerangi jalan hidup mereka. Yang dengan kitab itu para nabi yang berserah diri kepada Allah dari bani israil telah memberi putusan atas perkara yang terjadi di antara orang yahudi, demikian juga yang diperbuat oleh para ulama dan pendeta-pendeta mereka, yang sedemikian ini sebab mereka memang diperintahkan untuk memelihara kitab-kitab Allah dengan melaksanakan hukum-hukumnya, dan mereka siap untuk menjadi saksi terhadapnya. Karena itu, wahai Muhammad, janganlah kamu takut kepada manusia, tetapi takutlah hanya kepada-ku. Dan janganlah pula kamu jual ayatayat-ku dengan harga murah dengan mengharap imbalan duniawi yang sedikit. Barang siapa tidak memutuskan hukum suatu perkara dengan apa yang diturunkan Allah, maka ketahuilah bahwa mereka itulah termasuk orang-orang kafir.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah aneka ragam penjelasan dari beragam mufassir mengenai kandungan dan arti surat Al-Ma’idah ayat 43 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan untuk kita semua. Bantu usaha kami dengan memberikan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Paling Banyak Dicari

Nikmati ratusan halaman yang paling banyak dicari, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 185, Luqman 14, Al-Insyirah 5-6, Ali Imran 190-191, Ar-Ra’d 11, Juz al-Qur’an. Ada pula Al-Balad, Al-‘Adiyat, Al-Baqarah 153, Al-Maidah, Al-An’am, Al-Fajr.

  1. Al-Baqarah 185
  2. Luqman 14
  3. Al-Insyirah 5-6
  4. Ali Imran 190-191
  5. Ar-Ra’d 11
  6. Juz al-Qur’an
  7. Al-Balad
  8. Al-‘Adiyat
  9. Al-Baqarah 153
  10. Al-Maidah
  11. Al-An’am
  12. Al-Fajr

Pencarian: qs an nur ayat 45, ibrahim ayat 37, surat alif lam mim lengkap, wajaalna mimbaini aidihim, surat alpalak

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: