Surat Al-Ma’idah Ayat 11

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَن يَبْسُطُوٓا۟ إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنكُمْ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanużkurụ ni'matallāhi 'alaikum iż hamma qaumun ay yabsuṭū ilaikum aidiyahum fa kaffa aidiyahum 'angkum, wattaqullāh, wa 'alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal.

« Al-Ma'idah 10Al-Ma'idah 12 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Penting Berkaitan Dengan Surat Al-Ma’idah Ayat 11

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Ma’idah Ayat 11 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa pelajaran penting dari ayat ini. Didapatkan beberapa penjelasan dari para ahli tafsir terhadap makna surat Al-Ma’idah ayat 11, di antaranya seperti terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta menjalankan syariatNya, ingatlah oleh kalian nikmat yang Allah limpahkan kepada kalian dari nikmat aman dan dilontarkannya rasa takut pada hati musuh-musuh kalian yang hendak menyerang kalian. lalu Allah memalingkan mereka dari kalian dan menghalangi mereka untuk melancarkan apa yang mereka rencanakan pada kalian. Dan bertakwalah kepada Allah dan gentarlah kepadaNya, serta bertawakalah kepada Allah semata dalam seluruh urusan agama dan dunia kalian, serta percayalah terhadap bantuan dan pertolonganNYa.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

11. Allah menyeru hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengingatkan mereka atas nikmat nikmat yang telah Allah berikan berupa keamanan dan perlindungan dari tipu daya musuh. Betapa banyak keburukan dan musibah yang telah Allah jauhkan dari mereka! Betapa banyak Allah telah menjauhkan mereka dari tangan-tangan yang hendak melakukan kejahatan dan gangguan! Betapa besar kelembutan Allah kepada para kekasih-Nya!

Maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, karena Dialah yang mencukupkan dan menjaga mereka dan hanya kepada Dialah hendaklah mereka takut. Barangsiapa yang berlindung dengan ketakwaan kepada-Nya niscaya Dia akan mendapat perlindungan dan penjagaan. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada-Nya niscaya dia akan dicukupkan. Dan hanya kepada-Nya lah orang-orang yang beriman bertawakal.

Apabila seorang Mukmin bertakwa dan bertawakal kepada-Nya maka tidak akan ada tipu daya yang membuatnya takut dan tidak akan terkalahkan oleh pasukan orang-orang jahat.

Dan tawakkal tidak akan terealisasi kecuali dengan kesungguhan untuk menempuh sebab-sebab yang dapat mengantarkan kepada tujuan dan dengan semangat yang tinggi untuk mencapainya. Karena berjalan di atas sunnatullah merupakan jalan satu-satunya untuk mencapai tujuan dan keselamatan yang diharapkan.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

11. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah! Ingatlah dengan hati dan lisan kalian akan karunia yang Allah berikan kepada kalian, yaitu rasa aman yang Dia berikan kepada kalian dan rasa takut yang Dia masukkan ke dalam hati musuh-musuh kalian tatkala mereka hendak mengangkat tangan mereka untuk menyerang dan mencelakakan kalian, tetapi kemudian Allah memalingkan perhatian mereka dari kalian dan melindungi kalian dari serangan mereka. Dan takutlah kalian kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dan hanya kepada Allah-lah seharusnya orang-orang mukmin bersandar dalam mencari kemaslahatan agamawi maupun duniawi mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

11. إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَن يَبْسُطُوٓا۟ (di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu)
Dari Ibnu Abbas bahwa orang-orang dari Bani Nadhir hendak melempar Rasulullah dan para sahabatnya dengan batu,maka malaikat Jibril mendatanginya dan mengabarkan apa yang mereka rencanakan, lalu Rasulullah dan para sahabatnya berdiri. Maka turunlah ayat ini.
Pendapat lain mengatakan: sebab turunnya ayat ini adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah beristirahat di sebuah tempat, dan para sahabatnya berpencar dibawah-bawah pohon untuk berteduh. Lalu Rasulullah menggantungkan pedangnya disebuah dahan, kemudian datanglah seorang arab badui mengambil pedangnya dan menghunuskannya dan mengarahkannya ke Rasulullah, sambil mengatakan: “siapakah yang akan mencegahku (untuk membunuhmu)?”. Rasulullah menjawab: “Allah”. Lalu orang badui itu kembali memasukkan pedang pada sarung pedangnya. Kemudian Rasulullah memanggil para sahabatnya dan menceritakan apa yang telah dilakukan orang badui itu, sedangkan orang badui itu duduk disampingnya tanpa dihukum oleh Rasulullah.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

11 Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu untuk berbuat jahat. Yaitu para kafir Qurays dan Yahudi Bani Nadhir yang berniat membunuh Nabi beserta para sahabat maka Allah menahan tipu daya dam usaha mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan syariat-Nya, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal, Dialah penjaga mereka dari segala keburukan. Ibnu Abbas berkata: Sesungguhnya Bani Nadhir bermaksud untuk melempar batu kepada Nabi beserta para sahabat. Kemudian datanglah Jibril, maka Jibril memberitahu niatan mereka. Maka Rasul dan para sahabat pun beranjak dan turunlah ayat ini. Ini adalah pendapat jumhur ulama’, dan ada sekelompok ulama yang berpendapat dengan riwayat Jabir: Sebab turunnya ayat adalah kelakuan seorang Arab Ghurats bin Harits dalam peperangan yang terdapat papan-papan dengan Bani Maharib. Saat itu Nabi turun, kemudian orang-orang berpencar untuk berteduh di bawah pohon ‘adhah/syajar barriy. Kemudian Nabi menyandarkan pedangnya pada pohon. Kemudian datang seorang Arab dengan membawa pedang kepada Nabi. Kemudian mengayunkannya kepada Nabi. Orang itu berkata : Siapa yang dapat menyelamatkanmu dariku? Nabi menjawab: Allah. Kemudian orang itu mengatakan perkataannya dua atau tiga kali. Dan Nabi berkata: Allah. Kemudian orang itu memasukkan pedang itu ke sarung pedang. Nabi kemudian memanggil para sahabat, dan memberitahu kejadian/perbuatan orang Arab itu, dan dia sedang duduk di dekat Nabi dan Nabi tidak membalasnya.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah kepada kalian ketika suatu kaum bermaksud} berniat {menyerang kalian dengan tangan mereka} mereka menjulurkan tangan mereka untuk berbuat keburukan kepada kalian untuk memperlambat kalian {lalu Dia menahan} menahan {tangan mereka dari kalian. Bertakwalah kepada Allah dan hanya kepada Allahlah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

11. Allah mengingatkan hamba-hambaNya, kaum Mukminin dengan nikmat- nikmatNya yang besar, dan mengajak mereka untuk mengingatnya dengan hati dan ucapan. Dan bahwasanya sebagaimana mereka menganggap pembunuhan terhadap musuh, merampas hartanya, negerinya dan menawannya sebagai nikmat, maka hendaknya mereka menganggap kenikmatanNYa kepada mereka dalam bentuk ditahannya tangan-tangan jahat menjamah mereka dan digagalkannya tipu daya musuh-musuh menimpa mereka, dan juga sebagai nikmat. Karena para musuh telah berniat melakukan sesuatu dan mereka mengira mampu melakukannya, jika mereka tidak mampu mewujudkan itu terhadap orang-orang Mukmin maka itu adalah pertolongan Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman; yang mana mereka selayaknya bersyukur kepada Allah atas itu, dan menyembahNya dan mengingatNya.
Ini mencakup siapa pun yang berniat jahat kepada orang-orang Mukmin, baik itu kafir, munafik atau pembangkang, dimana Allah menahan keburukannya dari orang-orang Mukmin, maka itu masuk di dalam ayat ini.
Kemudian Allah memerintahkan mereka melakukan sesuatu yang membantu mereka meraih kemenangan atas musuh mereka dalam segala urusan mereka, maka Dia berfirman, “Dan hendaknya hanya kepada Allah sajalah orang-orang Mukmin itu harus bertawakal,” yakini berpegangan padaNya dalam mendatangkan kebaikan agama dan dunia dari berlepas diri dari hanya berpedoman pada daya dan kekuatan mereka. Hendaklah mereka percaya sepenuhnya kepada Allah dalam meraih harapan. Dan tawakal seorang hamba adalah sesuai dengan kadar imannya dan ia termasuk kewajiban hati yang di sepakati.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 7-11
Allah SWT berfirman seraya mengingatkan hamba-hambaNya yang mukmin akan nikmatNya atas mereka dalam apa yang disyariatkan olehNya kepada mereka dalam agama yang agung ini, serta mengutus kepada mereka, rasul yang mulia ini, dan perjanjian yang diambil atas mereka lakukan dalam melakukan bai’at dengan beliau untuk mengikuti, mendukung, dan membelanya, serta melaksanakan agamanya, menyampaikan ajaran darinya, dan menerima ketentuan-ketentuannya. Lalu Allah berfirman, (Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami patuh") Inilah bai'at yang mereka lakukan kepada Rasulallah SAW ketika mereka masuk Islam, sebagaimana mereka berkataa,"Kami berbai'at kepada Rasulallah untuk mendengar dan patuh, baik dalam keadaan senang, terpaksa, dan keadaan egois kami. dan kami tidak akan memperdebatkan perkara itu" Allah berfirman, (Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman (8)) (Surah Al-Hadid). Dikatakan bahwa ini adalah pengingat bagi orang-orang Yahudi tentang perjanjian dan kesepakatan yang di ambil dari mereka untuk mengikuti nabi Muhammad SAW dan mengikuti hukum-hukumnya. Hal ini dikatakan oleh Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas
Dikatakan juga bahwa itu adalah peringatan terhadap perjanjian yang diambil oleh Allah SWT atas anak cucu nabi Adam ketika Dia mengeluarkan mereka dari tulang sulbinya dan membuat meraka bersaksi atas diri mereka ("Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi") (Surah Al-A’raf: 172) Pendapat ini dikatakan oleh Mujahid dan Muqatil bin Hayyan. Pendapat pertamalah yang lebih jelas dan pendapat itu diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan As-Suddi, dan dipilih oleh Ibnu Jarir.
Kemudian Allah berfirman, (Dan bertakwalah kepada Allah) sebagai penegasan dan dorongan untuk bertakwa kepadaNya dalam segala keadaan. Kemudian Dia memberitahu mereka bahwa Dia mengetahui apa yang tersimpan dalam hati mereka, berupa rahasia dan pikiran-pikiran, Allah berfirman, (sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu))
Firman Allah, (Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah) yaitu Tegakkanlah kebenaran karena Allah SWT, bukan karena manusia atau ingin pamer, dan jadilah (menjadi saksi dengan adil), dengan adil bukan dengan kezaliman. Telah disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim tentang Nu’man bin Basyir, dia berkata,"Ayahku memberikan sebuah pemberian kepadaku, lalu Ibuku, Amrah binti Rawaqah berkata, “Tidak ada tanah kecuali disaksikan oleh Rasulullah SAW” Lalu, dia pergi kepada Rasulullah untuk meminta kesaksian beliau tentang kebenaranku, dan beliau bertanya, “Apakah setiap anakmu telah kamu beri juga?” Ayahku menjawab, “Tidak” Rasulullah SAW bersabda, “Bertakwalah kepada Allah, dan berlakulah adil kepada setiap anakmu” beliau bersabda lagi,”Aku tidak mau menjadi saksi atas pemberian yang kurang adil” Kemudian ayahku kemudian kembali dan membatalkan pemberian itu.
Firman Allah,( Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil) yaitu janganlah perasaan benci kalian pada suatu kaum membuat kalian tidak berlaku adil terhadap mereka. Sebaliknya, terapkanlah keadilan untuk setiap orang, baik dia teman atau musuh. Oleh karena itu, Allah berfirman, (Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa) yaitu keadilan kalian itu lebih mendekatkan kalian kepada takwa daripada meninggalkannya. Kata kerja "berlaku adil" di sini menunjukkan pada bentuk mashdarnya yang dhamirnya kembali kepada mashdar tersebut, sebagaimana yang sering digunakan dalam Al-Quran dan lainnya, sebagaimana dalam firman Allah, (Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu) (Surah An-Nur: 28).
Firman Allah: (karena adil itu lebih dekat kepada takwa) ini merupakan penggunaan af’al at-tafdhil yang tidak memiliki kata berlawanan di sisi lainnya, sebagaimaana dalam firmanNya: (Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya (24)) [SurahAl-Furqan], dan seperti ucapan sebagian sahabat kepada Umar: "Engkau lebih keras dan lebih tegas daripada Rasulullah SAW"
Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) yaitu, Dia akan membalas kalian atas perbuatan-perbuatan kalian yang telah Dia ketahui, jika itu berupa kebaikan maka akan dibalas dengan kebaikan dan jika keburukan maka akan dibalas dengan keburukan, Oleh karena itu, Allah berfirman setelahnya: (Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan) bagi dosa-dosa mereka (dan pahala yang besar) yaitu, surga yang merupakan rahmatNya bagi hamba-hambaNya. Mereka tidak akan mendapatkannya dengan amal perbuatan mereka, melainkan dengan rahmat, karunia, kemurahan, dan keridhaanNya. Semua itu dariNya dan merupakan milikNya. Maka segala puji bagiNya.
Kemudian Allah berfirman: (Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka (10)) Ini adalah keadilan Allah SWT, hikmahNya, dan hukumNya yang tidak mungkin Dia berbuat zalim dalam hukumNya. Bahkan, Dia adalah hakim yang Maha Adil, Maha bijaksana, dan Maha Kuasa"
Terkait firman Allah (Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu) Diriwayatkan dari Jabir bahwa Nabi SAW pernah turun di suatu tempat dan orang-orang berpencar, mereka bernaung di bawahnya. Lalu Nabi SAW menggantungkan senjatanya pada pohon tersebut. Tiba-tiba, seorang Arab badui mendekati pedang Rasulullah SAW dan mengambilnya, lalu dia menghadap kepada Nabi SAW dan berkata, "Siapa yang akan mencegahku darimu?" Nabi SAW menjawab,"Allah SWT" orang Arab badui bertanya lagi (sampai dua atau tiga kali) "Siapa yang akan mencegahku darimu?" Nabi SAW menjawab,"Allah SWT". Lalu orang Arab badui itu menjatuhkan pedangnya, Lalu Nabi SAW memanggil para sahabat danmemberitahu mereka tentang orang Arab Badui ini, dan dia dalam keadaan duduk di sampingnya dan beliau tidak menghukumnya.” Ma’mar berkata,”Qatadah juga menyebutkan hal yang serupa dengan itu.” Disebutkan juga bahwa ada sekelompok orang Arab Badui yang ingin berbuat buruk kepada Rasulullah SAW, lalu mereka mengutus orang Arab badui ini. Jadi ditakwilkan dengan ayat (Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu). Kisah tentang orang Arab badui ini adalah Ghaurats bin Al-Harits, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih. Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan untuk mendatangi dan mengepung sampai menundukkan mereka"
Firman Allah (Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal) yaitu siapa pun yang bertawakkal kepada Allah, maka cukuplah Allah yang penting baginya dan yang melindunginya serta menjaganya dari kejahatan manusia"


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Ma’idah ayat 11: Dalam ayat ini, Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan nikmat-nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin dan mendorong mereka untuk mengingatnya baik dengan hati maupun lisan. Di antara nikmat itu adalah menghalangi musuh dari menyerang mereka secara tiba-tiba, di mana hal itu merupakan pertolongan Allah kepada mereka yang patut mereka syukuri. Kemudian Allah memerintahkan mereka menggunakan tawakkal kepada Allah untuk melawan musuh mereka dan dalam menghadapi segala urusan.

Yakni orang-orang kafir Quraisy. Termasuk pula orang kafir lainnya dan orang munafik.

Bertawakkal adalah bersandar kepada Allah dalam mendatangkan maslahat, baik maslahat agama maupun dunia serta berlepas diri dari kemampuan dan kekuatan yang ada pada diri, dan merasa yakin dengan Allah dalam usaha menghasilkan semua yang diinginkan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Ma’idah Ayat 11

Ayat ini sekali lagi mengingatkan orang-orang beriman agar mensyukuri anugerah keselamatan dari gangguan musuh. Wahai orangorang yang beriman! ingatlah nikmat Allah yang dianugerahkan kepadamu, ketika suatu kaum, yakni orang-orang kafir mekah dan orangorang yahudi bani naa'ir, bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya untuk membunuhmu dan para sahabat yang bersamamu dengan cara yang licik, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu sehingga mereka tidak dapat melaksanakan niatnya berbuat jahat kepadamu. Dan bertakwalah kepada Allah pada setiap waktu dan dalam segala keadaan, dan hanya kepada Allah-lah, tidak kepada selain-Nya, hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal, menyerahkan segala keputusan kepada Allah yang memutuskan segala sesuatu sesuai ilmu-Nya yang mahaluas dan kekuasaan-Nya yang mahabesar. Setelah mengingatkan orang-orang yang beriman agar senantiasa melaksanakan kewajiban dan mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Allah kepada mereka, pada ayat ini diingatkan sikap dan perilaku ahli kitab terhadap perjanjian-perjanjian mereka dengan Allah, agar orang-orang yang beriman tidak mengalami apa yang menimpa ahli kitab itu. Dan sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari bani israil, sebagaimana kami telah mengambil perjanjian pula dari kamu, wahai kaum muslim, dan kami telah mengangkat dengan mengutus nabi musa untuk memilih dua belas orang pemimpin di antara mereka yang bertugas membimbing mereka. Jumlah itu ditentukan sesuai dengan jumlah suku-suku bani israil pada masa itu. Dan Allah berfirman kepada bani israil, aku bersamamu, senantiasa melindungi dan menolong kamu, jika kamu memenuhi perjanjianmu dengan-ku. Bagian selanjutnya dari ayat ini menyebutkan sebagian dari tugas-tugas yang dibebankan kepada mereka. Sungguh, jika kamu melaksanakan salat dengan baik dan benar sesuai dengan syarat-syarat dan rukunnya, dan menunaikan dengan sempurna kewajiban zakat serta beriman kepada rasul-rasul-ku seluruhnya, dan kamu bantu mereka, kamu dukung dengan dukungan yang kuat dari gangguan orang-orang yang memusuhinya, dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik dengan bersedekah dan berinfak di jalan Allah, pasti akan aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti akan aku masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi barang siapa kafir di antaramu dengan melanggar perjanjian dengan-ku setelah itu, yakni setelah diikatnya perjanjian itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah variasi penafsiran dari banyak mufassirun terhadap makna dan arti surat Al-Ma’idah ayat 11 (arab-latin dan artinya), semoga menambah kebaikan bagi kita. Bantu kemajuan kami dengan memberi tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Tersering Dikaji

Nikmati banyak topik yang tersering dikaji, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 153, Al-An’am, Al-Baqarah 185, Ali Imran 190-191, Al-‘Adiyat, Al-Fajr. Ada juga Al-Balad, Al-Maidah, Al-Insyirah 5-6, Luqman 14, Juz al-Qur’an, Ar-Ra’d 11.

  1. Al-Baqarah 153
  2. Al-An’am
  3. Al-Baqarah 185
  4. Ali Imran 190-191
  5. Al-‘Adiyat
  6. Al-Fajr
  7. Al-Balad
  8. Al-Maidah
  9. Al-Insyirah 5-6
  10. Luqman 14
  11. Juz al-Qur’an
  12. Ar-Ra’d 11

Pencarian: surat az zumar ayat 10, surah al baqarah 102, an naba ayat 38, an nisa 140, at tahrim ayat 7

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: