Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Ma’idah Ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَنْ يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanużkurụ ni'matallāhi 'alaikum iż hamma qaumun ay yabsuṭū ilaikum aidiyahum fa kaffa aidiyahum 'angkum, wattaqullāh, wa 'alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn

Terjemah Arti: Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta menjalankan syariatNya, ingatlah oleh kalian nikmat yang Allah limpahkan kepada kalian dari nikmat aman dan dilontarkannya rasa takut pada hati musuh-musuh kalian yang hendak menyerang kalian. lalu Allah memalingkan mereka dari kalian dan menghalangi mereka untuk melancarkan apa yang mereka rencanakan pada kalian. Dan bertakwalah kepada Allah dan gentarlah kepadaNya, serta bertawakalah kepada Allah semata dalam seluruh urusan agama dan dunia kalian, serta percayalah terhadap bantuan dan pertolonganNYa.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

11. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah! Ingatlah dengan hati dan lisan kalian akan karunia yang Allah berikan kepada kalian, yaitu rasa aman yang Dia berikan kepada kalian dan rasa takut yang Dia masukkan ke dalam hati musuh-musuh kalian tatkala mereka hendak mengangkat tangan mereka untuk menyerang dan mencelakakan kalian, tetapi kemudian Allah memalingkan perhatian mereka dari kalian dan melindungi kalian dari serangan mereka. Dan takutlah kalian kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dan hanya kepada Allah-lah seharusnya orang-orang mukmin bersandar dalam mencari kemaslahatan agamawi maupun duniawi mereka.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

11. إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَن يَبْسُطُوٓا۟ (di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu)
Dari Ibnu Abbas bahwa orang-orang dari Bani Nadhir hendak melempar Rasulullah dan para sahabatnya dengan batu,maka malaikat Jibril mendatanginya dan mengabarkan apa yang mereka rencanakan, lalu Rasulullah dan para sahabatnya berdiri. Maka turunlah ayat ini.
Pendapat lain mengatakan: sebab turunnya ayat ini adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah beristirahat di sebuah tempat, dan para sahabatnya berpencar dibawah-bawah pohon untuk berteduh. Lalu Rasulullah menggantungkan pedangnya disebuah dahan, kemudian datanglah seorang arab badui mengambil pedangnya dan menghunuskannya dan mengarahkannya ke Rasulullah, sambil mengatakan: “siapakah yang akan mencegahku (untuk membunuhmu)?”. Rasulullah menjawab: “Allah”. Lalu orang badui itu kembali memasukkan pedang pada sarung pedangnya. Kemudian Rasulullah memanggil para sahabatnya dan menceritakan apa yang telah dilakukan orang badui itu, sedangkan orang badui itu duduk disampingnya tanpa dihukum oleh Rasulullah.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

11 Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu untuk berbuat jahat. Yaitu para kafir Qurays dan Yahudi Bani Nadhir yang berniat membunuh Nabi beserta para sahabat maka Allah menahan tipu daya dam usaha mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan syariat-Nya, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal, Dialah penjaga mereka dari segala keburukan. Ibnu Abbas berkata: Sesungguhnya Bani Nadhir bermaksud untuk melempar batu kepada Nabi beserta para sahabat. Kemudian datanglah Jibril, maka Jibril memberitahu niatan mereka. Maka Rasul dan para sahabat pun beranjak dan turunlah ayat ini. Ini adalah pendapat jumhur ulama’, dan ada sekelompok ulama yang berpendapat dengan riwayat Jabir: Sebab turunnya ayat adalah kelakuan seorang Arab Ghurats bin Harits dalam peperangan yang terdapat papan-papan dengan Bani Maharib. Saat itu Nabi turun, kemudian orang-orang berpencar untuk berteduh di bawah pohon ‘adhah/syajar barriy. Kemudian Nabi menyandarkan pedangnya pada pohon. Kemudian datang seorang Arab dengan membawa pedang kepada Nabi. Kemudian mengayunkannya kepada Nabi. Orang itu berkata : Siapa yang dapat menyelamatkanmu dariku? Nabi menjawab: Allah. Kemudian orang itu mengatakan perkataannya dua atau tiga kali. Dan Nabi berkata: Allah. Kemudian orang itu memasukkan pedang itu ke sarung pedang. Nabi kemudian memanggil para sahabat, dan memberitahu kejadian/perbuatan orang Arab itu, dan dia sedang duduk di dekat Nabi dan Nabi tidak membalasnya.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Dalam ayat ini, Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan nikmat-nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin dan mendorong mereka untuk mengingatnya baik dengan hati maupun lisan. Di antara nikmat itu adalah menghalangi musuh dari menyerang mereka secara tiba-tiba, di mana hal itu merupakan pertolongan Allah kepada mereka yang patut mereka syukuri. Kemudian Allah memerintahkan mereka menggunakan tawakkal kepada Allah untuk melawan musuh mereka dan dalam menghadapi segala urusan.

Yakni orang-orang kafir Quraisy. Termasuk pula orang kafir lainnya dan orang munafik.

Bertawakkal adalah bersandar kepada Allah dalam mendatangkan maslahat, baik maslahat agama maupun dunia serta berlepas diri dari kemampuan dan kekuatan yang ada pada diri, dan merasa yakin dengan Allah dalam usaha menghasilkan semua yang diinginkan.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Ayat ini sekali lagi mengingatkan orang-orang beriman agar mensyukuri anugerah keselamatan dari gangguan musuh. Wahai orangorang yang beriman! ingatlah nikmat Allah yang dianugerahkan kepadamu, ketika suatu kaum, yakni orang-orang kafir mekah dan orangorang yahudi bani naa'ir, bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya untuk membunuhmu dan para sahabat yang bersamamu dengan cara yang licik, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu sehingga mereka tidak dapat melaksanakan niatnya berbuat jahat kepadamu. Dan bertakwalah kepada Allah pada setiap waktu dan dalam segala keadaan, dan hanya kepada Allah-lah, tidak kepada selain-Nya, hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal, menyerahkan segala keputusan kepada Allah yang memutuskan segala sesuatu sesuai ilmu-Nya yang mahaluas dan kekuasaan-Nya yang mahabesar. Setelah mengingatkan orang-orang yang beriman agar senantiasa melaksanakan kewajiban dan mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Allah kepada mereka, pada ayat ini diingatkan sikap dan perilaku ahli kitab terhadap perjanjian-perjanjian mereka dengan Allah, agar orang-orang yang beriman tidak mengalami apa yang menimpa ahli kitab itu. Dan sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari bani israil, sebagaimana kami telah mengambil perjanjian pula dari kamu, wahai kaum muslim, dan kami telah mengangkat dengan mengutus nabi musa untuk memilih dua belas orang pemimpin di antara mereka yang bertugas membimbing mereka. Jumlah itu ditentukan sesuai dengan jumlah suku-suku bani israil pada masa itu. Dan Allah berfirman kepada bani israil, aku bersamamu, senantiasa melindungi dan menolong kamu, jika kamu memenuhi perjanjianmu dengan-ku. Bagian selanjutnya dari ayat ini menyebutkan sebagian dari tugas-tugas yang dibebankan kepada mereka. Sungguh, jika kamu melaksanakan salat dengan baik dan benar sesuai dengan syarat-syarat dan rukunnya, dan menunaikan dengan sempurna kewajiban zakat serta beriman kepada rasul-rasul-ku seluruhnya, dan kamu bantu mereka, kamu dukung dengan dukungan yang kuat dari gangguan orang-orang yang memusuhinya, dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik dengan bersedekah dan berinfak di jalan Allah, pasti akan aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti akan aku masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi barang siapa kafir di antaramu dengan melanggar perjanjian dengan-ku setelah itu, yakni setelah diikatnya perjanjian itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Ma’idah Ayat 12 Arab-Latin, Surat Al-Ma’idah Ayat 13 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Ma’idah Ayat 14, Terjemahan Tafsir Surat Al-Ma’idah Ayat 15, Isi Kandungan Surat Al-Ma’idah Ayat 16, Makna Surat Al-Ma’idah Ayat 17

Category: Surat Al-Ma'idah

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!