Surat Ad-Dhuha Ayat 6

ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู’ูƒูŽ ูŠูŽุชููŠู…ู‹ุง ููŽู€ู”ูŽุงูˆูŽู‰ูฐ

Arab-Latin: A lam yajidka yatฤซman fa ฤwฤ

Artinya: Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

ยซ Ad-Dhuha 5 โœต Ad-Dhuha 7 ยป

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Berharga Terkait Dengan Surat Ad-Dhuha Ayat 6

Paragraf di atas merupakan Surat Ad-Dhuha Ayat 6 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka pelajaran berharga dari ayat ini. Ada beraneka penjabaran dari beragam ulama terhadap isi surat Ad-Dhuha ayat 6, sebagiannya sebagaimana tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

6-8. Bukankah tuhanmu mendapatimu sebagai anak yatim yang bapakmu wafat saat kamu masih dalam Rahim ibumu lalu tuhanmu menjaga dan melindungimu? Tuhanmu mendapatimu tidak mengetahui apa itu al-qurโ€™an dan apa itu iman, lalu dia mengajarimu apa yang kamu tidak ketahui dan membingbingmu kepada amal terbaik? Tuhanmu juga mendapatimu miskin, lalu Dia menggiring rizki NYa kepadamu,membuatmu merasa berkecukupan dengan qanaโ€™ah dan kesabaran?


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

6. Dan Dia telah mendapatimu tatkala engkau masih kecil, ditinggal mati ayahmu, lalu Dia memberikan perlindungan kepadamu melalui kakekmu Abdul Muแนญแนญalib yang menyayangimu, kemudian pamanmu Abu แนฌฤlib.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

6. ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู’ูƒูŽ ูŠูŽุชููŠู…ู‹ุง ููŽู€ูŽู”ุงูˆูŽู‰ูฐ (Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?)
Yakni mendapatimu yatim tanpa bapak, kemudian Allah memberimu tempat berlindung.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

6-8

1 ) . { ูˆูŽูˆูŽุฌูŽุฏูŽูƒูŽ ุนูŽุงุฆูู„ู‹ุง ููŽุฃูŽุบู’ู†ูŽู‰ูฐ } Dan sungguh Allah telah memberikan kepada Nabi-Nya dua macam kecukupan : yang paling besar adalah kecukupan hati yang dengannya beliau mengurangi perhatiannya kepada dunia, yang kedua adalah kecukupan harta, yaitu ketika Khadijah merekomendasikan Muhammad untuk ikut bersamanya dalam perjalanan dagang.

2 ) . Perhatikanlah dengan baik keagungan al-Qur'an yang engkau baca ini, dan sesungguhnya tidak akan kehidupan dalam hati sesorang, dan tidak pula akan mendapatkan cahaya, dan juga tidak akan terpecahkan permasalahan dan kegelisahannya, serta tidak akan mendapatkan petunjuk kecuali dengan kitab ini, maka sesorang tanpa al-Qur'an adalah mayat, buta, jahil, dan sesat.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

6. Sungguh Tuhanmu menemukanmu (Muhammad) dalam keadaan yatim yang kehilangan ayah, kemudian Tuhan memberimu tempat dan memberimu orang yang melindungimu yaitu pamanmu Abu Thalib. Istifham dalam potongan ayat {Alam yajidka} fungsinya adalah untuk menginformasikan sesuatu setelahnya, yaitu makna dari (menemukanmu) adalah (mengetahui kamu)


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimurajaโ€™ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-โ€˜Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi} memberikan untukmu suatu tempat untuk ditinggali


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

6-8. Selanjutnya Allah menganugerahkan kondisi-kondisi khusus yang Dia ketahui seraya berfirman, โ€œBukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu,โ€ yakni, Allah mendapatimu tidak beribu dan tidak berayah, bahkan ayah dan ibu beliau telah meninggal dunia sedangkan ia sendiri belum bisa mengurus dirinya sendiri, lalu Allah memberinya perlindungan, ia dirawat oleh kakeknya, Abu Thalib, hingga Allah menguatkan dengan pertolonganNya dan dengan kaum Mukminin.
โ€œDan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.โ€ Artinya, Allah mendapatimu dalam kondisi engkau tidak mengetahui apa itu al-Quran dan apa itu iman, lalu Dia mengajarkanmu apa yang tidak kau ketahui dan memberimu pertolongan untuk amal dan akhlak yang baik. โ€œDan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan,โ€ yakni fakir lalu Allah memberimu kecukupan berupa penaklukan berbagai negeri untukmu berupa pemungutan harta dan upeti. Rabb yang menghilangkan berbagai kekurangan darimu ini akan menghilangkan semua kekurangan darimu. Dan Rabb yang menyampaikanmu pada kecukupan, memberimu perlindungan, menolong serta memberimu petunjuk, maka balaslah nikmatNya dengan rasa syukur.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-11
Diriwayatkan dari Al-Aswad bin Qais, dia berkata,โ€Aku mendengar Jundub berkata bahwa Nabi SAW mengalami sakit selama satu atau dua malam sehingga beliau tidak melakukan qiyamul lail. Maka datanglah kepadanya seorang wanita dan berkata,"Wahai Muhammad, menurutku setanmu itu tidak lain telah meninggalkanmu" Maka Allah SWT menurunkan firmanNya: (Demi waktu matahari sepenggalah naik (1) dan demi malam apabila telah sunyi (2) Tuhanmu tiada meninggalkanmu dan tiada (pula) benci kepadamu (3))
Ini merupakan sumpah dari Allah SWT dengan menyebut waktu dhuha dan cahaya yang Dia ciptakan padanya (dan demi malam apabila telah sunyi (2)) yaitu jika tenang dan gelap gulita. Pendapat ini dikatakan Mujahid, Ibnu Zaid, dan lainnya. Hal ini menunjukkan bukti yang jelas dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Pencipta. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (1) dan siang apabila terang benderang (2)) (Surah Al-Lail) dan Allah SWT berfirman: (Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (96)) (Surah Al-An'am)
Firman Allah SWT: (Tuhanmu tiada meninggalkan kamu) yaitu, Dia tidak meninggalkanmu (dan tiada (pula) benci kepadamu) yaitu Dia tidak murka kepadamu.
(dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu daripada permulaan (4)) yaitu, Sungguh akhirat itu lebih baik bagimu daripada negeri ini. Oleh karena itu, Rasulullah SAW adalah orang yang paling zuhud terhadap dunia dan paling menjauhinya serta paling tidak menyukainya, sebagaimana yang telah diketahui dari perjalanan hidup beliau SAW ketika Nabi SAW disuruh memilih di akhir usia beliau antara hidup kekal di dunia sampai akhir usia dunia kemudian ke surga dan antara kembali ke sisi Allah SWT. Maka beliau SAW memilih apa yang ada di sisi Allah daripada dunia yang rendah ini.
Firman Allah SWT: (Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas (5)) yaitu kelak di akhirat Allah memberinya hingga dia merasa puas tentang umatnya dan juga kemuliaan yang telah disediakan oleh Allah untuk dirinya berupa telaga Kautsar yang kedua tepinya berupa kubah-kubah dari mutiara yang berongga, sedangkan tanahnya bibit minyak kasturi.
Diriwayatkan dari Ali bin Abdullah bin Abbas, dari ayahnya, dia berkata bahwa ditampakkan kepada Rasulullah SAW apa yang bakal dibukakan untuk umatnya setelah tidak ada perbendaharaan demi perbendaharaan. Lalu Allah SWT menurunkan firmanNya: (Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas (5)) Allah SWT memberikan kepada beliau SAW di dalam surga satu juta gedung, dalam setiap gedung terdapat istri-istri dan para pelayan.
Kemudian Allah SWT menyebutkan bilangan nikmat-nikmat yang telah Dia karuniakan kepada hamba dan RasulNya, nabi Muhammad SAW: (Bukanlah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu (6)) Demikian itu karena ayah beliau wafat sejak beliau masih berada dalam kandungan ibunya.
Firman Allah SWT: (Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk (7)) sebagaimana firmanNya: (Dan demikianlah Kami wahyukan kepada wahyu (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qurโ€™an itu cahaya, yang Kami tunjukkan dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami) (Surah Asy-Syura: 52).
Firman Allah SWT: (Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan (8)) yaitu sebelumnya kamu hidup dalam keadaan fakir dan memiliki banyak anak, lalu Allah memberimu kecukupan dari selainNya. Jadi Allah menghimpunkan bagi beliau antara kedudukan orang fakir yang sabar dan orang kaya yang bersyukur.
Qatadah berkata tentang firmanNya: (Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu (6) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk (7) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan (8)) dia berkata demikianlah kedudukan Nabi SAW sebelum beliau diangkat menjadi rasul oleh Allah SWT.
Kemudian Allah SWT berfirman: (Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang (9)) yaitu sebagaimana kamu dahulu seorang yang yatim, lalu Allah melindungimu, maka janganlah berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim. yaitu janganlah menghina, membentak, dan merendahkannya, tetapi berbuat baiklah dia, dan kasihanilah dia.
Qatadah berkata yaitu jadilah terhadap anak yatim itu sebagai seorang ayah yang penyayang.
(Dan terhadap orang yang meminta-minta, maka janganlah kamu menghardiknya (10)) yaitu sebagaimana kamu dahulu dalam keadaan kebingungan, lalu Allah memberimu petunjuk, maka janganlah menghardik orang yang meminta ilmu yang benar.
Mujahid berkata bahwa yang dimaksud adalah kenabian yang diberikan Tuhanmu kepadamu
(Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur) (11)) yaitu sebagaimana kamu dahulu orang memiliki banyak keluarga dan miskin, lalu Allah menjadikanmu berkecukupan, maka ceritakanlah nikmat Allah yang diberikan kepadamu. Ibnu Jarir berkata,โ€Diriwayatkan dari Abu Nadhrah, dia berkata bahwa dahulu orang-orang muslim memandang bahwa termasuk mensyukuri nikmat-mkmat Allah adalah dengan menceritakannya.


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Pada beberapa ayat setelahnya Allah ๏ทป kemudian menyebutkan kembali nikmat-Nya yang Ia anugerahkan kepada Nabi-Nya untuk meyakinkan Rasulullah akan janji-Nya yang mulia itu, Allah ๏ทป berfirman : { ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู’ูƒูŽ ูŠูŽุชููŠู…ู‹ุง ููŽุขูˆูŽู‰ูฐ , ูˆูŽูˆูŽุฌูŽุฏูŽูƒูŽ ุถูŽุงู„ู‘ู‹ุง ููŽู‡ูŽุฏูŽู‰ูฐ , ูˆูŽูˆูŽุฌูŽุฏูŽูƒูŽ ุนูŽุงุฆูู„ู‹ุง ููŽุฃูŽุบู’ู†ูŽู‰ูฐ } beberapa nikmat yang Allah ๏ทป berikan kepada Nabi-Nya, maka yang memberikan kenikmatan ini didunia tentu akan memberikan yang lebih baik bagi Rasulullah dinakhirat nanti.

{ ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู’ูƒูŽ ูŠูŽุชููŠู…ู‹ุง ููŽุขูˆูŽู‰ูฐ } Sebelum lahirnya Rasulullah ๏ทบ kedunia dia telah menjadi anak yatim dengan wafatnya sang ayah, kemudian setelah beberapa tahun hidup bersama sang ibu, atas taqdir Allah ibu Rasulullah ๏ทบ meninggal dunia saat beliau masih berusia 6 tahun, dan kepengasuhan beralih kepada kakeknya Abdul Muththolib, ketika kakek beliau wafat pamannya Abu Thalib pun mengambil Rasulullah untuk diasuh, Rasulullah ๏ทบ kemudian diasuh oleh pamannya sejak kecil, hingga beliau ๏ทบ diangkat oleh Allah menjadi Rasul dan pamanya kerap mendukung dan membela beliau dalam berdakwah, bahkan pamannya yang belum bersyahadat itu pun sering melindungi beliau dari kejailan kaum kafir, dan apa yang dilakukan oleh pamannya adalah bentuk kasih sayang Allah kepada Rasul-Nya dengan menjadikan pamannya tunduk dan menjaganya dengan penuh kasih sayang, Abu Thalib yang sampai akhir hayatnya belum beriman kepada Allah ๏ทป , adalah orang yang terhormat dan ditaati di kaumnya, Allah menjdikannya sebagai pelindung bagi Rasul-Nya dari keburukan kaumnya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

Kemudian Allah subhanahu wa Ta'ala menjelaskan kenikmatan-kenikmatan sebelumnya yang telah diberikan sebagai argumentasi atas kenikmatan-kenikmatan yang akan beliau peroleh, Allah berfirman ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู’ูƒูŽ ูŠูŽุชููŠู…ู‹ุง ููŽุขูˆูŽู‰ " Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu." Pertanyaan di sini bertujuan untuk penetapan, maksudnya: Sungguh Allah Ta'ala telah mendapatimu dalam keadaan yatim kemudian Allah melindungimu, anak yatim yang ditinggal mati bapaknya, kemudian ibunya. Bapaknya meninggal sebelum beliau lahir, ibunya lahir sebelum beliau sempurna menyusui, tetapi Allah ta'ala mengurus beliau, dan memudahkan untuknya sehingga ada orang yang merawatnya dan membelanya, hingga sampai kepada tujuan yang Allah'Azza Wa Jalla inginkan.

Dan Firman-Nya: ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู’ูƒูŽ ูŠูŽุชููŠู…ู‹ุง ููŽุขูˆูŽู‰ "" Ungkapan datang dengan ููŽุขูˆูŽู‰ disebabkan (menyesuaikan) lafadz dan disebabkan maknawi. Adapun sebab lafadz: Maka tujuannya adalah agar ujung-ujung setiap ayat sesuai (serasi) dari mulai awal surat. Sedangkan sebab maknawi: Maka sungguh kalau saja didiganti dengan ููŽุขูˆูŽุงูƒูŽ "Melindungimu" maka perlindungan akan menjadi khusus abgi beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam, tatapi perkaranya lebih luas dari itu. Karena Allah Ta'ala pun melindungi beliau, dan melinding melalui perantara beliau, melindungi orang-orang mukmin melalui perantara beliau, sehingga Allah menolong dan mendukung mereka, dan melindungi dan membela mereka.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ad-Dhuha ayat 6: Allah menyebutkan sebagian nikmat atas Nabi ๏ทบ dengan berkata : Bukankah Ia mendapatimu tumbuh dalam keadaan yatim lalu Ia melindungi dan membimbingmu ?


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Apa yang disebutkan dalam ayat ini dan setelahnya merupakan bukti perhatian Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada Beliau.

Allah Subhaanahu wa Ta'aala mendapati Beliau dalam keadaan yatim-piatu; Beliau ditinggal wafat ibu dan bapaknya ketika Beliau tidak bisa mengurus diri Beliau, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala melindunginya, menyerahkan kepada kakeknya Abdul Muththalib, dan setelah kakeknya wafat Dia menyerahkan kepada pamannya Abu Thalib sampai kemudian Allah Subhaanahu wa Ta'aala membantu Beliau dengan pertolongan-Nya kemudian dengan kaum mukmin.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ad-Dhuha Ayat 6

Bukankah dia mendapatimu sebagai seorang yatim ketika kedua orang tuamu wafat, lalu dia melindungimu dalam asuhan kakek dan pamanmu' ayah nabi wafat ketika beliau dalam kandungan dan ibunya wafat ketika beliau berumur 6 tahun. Allah melindungi nabi dalam asuhan kakeknya, 'abdul muttalib, sampai usia 8 tahun, dilanjutkan oleh pamannya, ab' t'lib, hingga sang paman wafat. 7. Dan bukankah dia juga mendapatimu sebelum menjadi nabi sebagai seorang yang bingung karena belum mengetahui akidah dan hukum yang benar, lalu dia memberikan petunjuk melalui wahyu dan membimbingmu sampai akhir hayatmu'.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beragam penafsiran dari para ahli tafsir berkaitan kandungan dan arti surat Ad-Dhuha ayat 6 (arab-latin dan artinya), moga-moga berfaidah bagi kita. Bantulah syi'ar kami dengan memberi tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Terbanyak Dikaji

Tersedia banyak topik yang terbanyak dikaji, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 83, Yunus 40-41, Al-Baqarah 286, Al-Hujurat 12, Al-Mujadalah 11, Az-Zalzalah. Termasuk Ali Imran, At-Takatsur, Asy-Syams, Al-Isra 23, Al-Ma’idah 2, An-Nur 2.

  1. Al-Baqarah 83
  2. Yunus 40-41
  3. Al-Baqarah 286
  4. Al-Hujurat 12
  5. Al-Mujadalah 11
  6. Az-Zalzalah
  7. Ali Imran
  8. At-Takatsur
  9. Asy-Syams
  10. Al-Isra 23
  11. Al-Ma’idah 2
  12. An-Nur 2

Pencarian: surah liila fi quraisy, al a'raf ayat 36, surat at-tin ayat 4, al baqarah 247, al baqarah ayat 223

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qurโ€™an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
ย 
โœ… Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
ย 
โœ… Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini ๐Ÿ‘‰ pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti ๐Ÿ‘‰ klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: