Surat Ali ‘Imran Ayat 118

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا۟ مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ ٱلْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوَٰهِهِمْ وَمَا تُخْفِى صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ lā tattakhiżụ biṭānatam min dụnikum lā ya`lụnakum khabālā, waddụ mā 'anittum, qad badatil-bagḍā`u min afwāhihim wa mā tukhfī ṣudụruhum akbar, qad bayyannā lakumul-āyāti ing kuntum ta'qilụn

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

« Ali 'Imran 117Ali 'Imran 119 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Berharga Berkaitan Surat Ali ‘Imran Ayat 118

Paragraf di atas merupakan Surat Ali ‘Imran Ayat 118 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi tafsir berharga dari ayat ini. Terdapat variasi penafsiran dari beragam mufassirun mengenai makna surat Ali ‘Imran ayat 118, di antaranya seperti tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Wahai orang-orang beriman kepada Allah dan mengikuti RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, janganlah kalian mengangkat orang-orang kafir sebagai orang-orang yang kalian berikan loyalitas selain kaum Mukminin, yang kalian bocorkan kepada mereka rahasia-rahasia kalian. Orang-orang itu tidak pernah kendur semangat untuk merusak keadaan kalian, dan mereka amat senang apa yang menimpa kalian berupa keburukan dan kekalahan. Dan sesungguhnya besarnya kebencian mereka sudah tampak dalam bahasa lisan mereka, dan apa yang dirahasiakan hati-hati mereka berupa api permusuhan lebih besar dan lebih parah. Dan sungguh Allah telah menjelskan kepada kalian bukti-bukti nyata dan hujjah-hujjah agar kalian memperoleh nasihat dan bersikap waspada bila kalian memang orang-orang yang memahami nasihat-nasihat dari Allah, perintah dan larangan Nya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

118. Allah menyeru dan memperingatkan orang-orang beriman: “Janganlah kalian menjadikan orang-orang yang tidak beriman sebagai teman dan sahabat yang kalian percayakan kepada mereka rahasia kalian; sebab mereka tidak pernah menyerah untuk merusak urusan kalian, mereka sangat ingin membahayakan kalian, telah nampak dari lidah mereka tanda-tanda kebencian, dan kebencian yang mereka sembunyikan dalam hati mereka lebih besar lagi. Kami telah menjelaskan kepada kalian berbagai hujjah jika kalian memahami perintah dan anjuran Allah.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

118. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang yang tidak beriman sebagai kawan dekat atau teman setia yang kalian beritahu perihal rahasia-rahasia dan urusan-urusan pribadi kalian. Karena mereka tidak pernah berhenti mengupayakan kehancuran dan kerusakan perkara kalian. Mereka senantiasa mengharapkan terjadinya sesuatu yang merugikan dan menyulitkan kalian. Rasa benci dan permusuhan terlihat jelas melalui ucapan-ucapan mereka yang menjelek-jelekkan agama kalian, mengadu domba kalian, dan menyebarkan rahasia-rahasia kalian. Tetapi kebencian yang mereka sembunyikan di dalam dada mereka jauh lebih besar. Kami telah menjelaskan kepada kalian -wahai orang-orang mukmin bukti-bukti nyata yang menunjukkan kemaslahatan kalian di dunia dan di akhirat, jika kalian memahami apa yang Rabb kalian turunkan kepada kalian.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

118. لَا تَتَّخِذُوا۟ بِطَانَةً (janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu)
Makna (البطانة) adalah orang kepercayaan yang dijadikan tempat untuk menyimpan rahasianya sehingga dapat mengetahui rahasianya dan perihal urusannya.

مِّن دُونِكُمْ (orang-orang yang, di luar kalanganmu)
Yakni yang selain orang Islam, yaitu orang-orang kafir.

لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا (mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu)
Yakni mereka tidak lalai sedikitpun dalam menjalankan apa yang dapat merusak kalian.
Dan makna (الخبال) adalah kerusakan dalam perbuatan, badan, dan akal.

وَدُّوا۟ مَا عَنِتُّمْ (Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu)
Yakni menyukai untuk kalian apa yang terdapat didalamnya kesusahan dan mara bahaya bagi kalian.

قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَآءُ (Telah nyata kebencian)
Makna (البغضاء) yakni kemurkaan yang sangat, dan ini telah terlihat dari perkataan mereka karena besarnya kedengkian mereka.
Dan lisan mereka menunjukkan apa yang ada dalam hati mereka maka mereka tidak melakukan taqiyyah dan secara terus terang melakukan pendustaan.
Dan terlihat dari kesalahan bicara mereka apa yang menyingkap kebusukan batin mereka.

وَمَا تُخْفِى صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ (dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi)
Yakni salah ucap yang keluar dari lisan mereka sangatlah ringan jika dibandingkan dengan apa yang ada dalam hati mereka.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Orang-orang munafiq malu dan menyembunyikan kebencian dan tipu daya mereka terhadap kaum muslimin, tetapi ketergelinciran lisan mereka yang mengungkapkan, dan apa yang nampak dari diri mereka sendiri, dan pada diri mereka tidak ada ketaqwaan dan kesabaran yang dapat melindungi dari gunjingan dan keusilan mereka : { وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا } "Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu" [Ali-Imran : 120].


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

118 Hai orang-orang yang beriman, janganlah orang-orang di luar Islam kamu jadikan teman kepercayaanmu. Sebab mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu. Khabal adalah kerusakan akal, badan dan kelakuan. Bahkan mereka ingin menyakiti kalian dengan sungguh-sungguh. Mereka menyukai segala yang dapat menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dengan memusuhi kalian dan menyebarkan rahasia kalian. Dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka berupa kedengkian dan permusuhan adalah lebih besar lagi. Permusuhan yang mereka sembunyikan lebih mengerikan daripada yang mereka tampakkan. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat Kami yang menunjukkan permusuhan mereka kepada kalian, jika kalian mau memahami dan mengambil pelajaran darinya. Ibnu Abbas berkata: Ada sekelompok orang muslim yang berteman dengan sekelompok orang Yahudi. Di antara mereka telah ada sumpah dan hubungan kedekatan pada masa Jahiliyyah. Kemudian Allah menurunkan ayat ini untuk mereka, sebagai pencegahan kepada mereka untuk menjadikan mereka teman kepercayaan dengan dasar menjauhi fitnah dari mereka: Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan orang-orang di luar kalian sebagai teman kepercayaan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil teman kepercayaan dari orang-orang di luar kalian} pelindung dan teman selain orang-orang muslim yang mana kalian bisa menunjukkan rahasia-rahasia kalian {mereka tidak henti-hentinya (mendatangkan) kemudaratan bagi kalian} mereka tidak berhenti menghancurkan keadaan kalian {Mereka menginginkan apa yang menyusahkan kalian} mereka mengharapkan sesuatu yang bisa menghancurkan kalian {Sungguh telah nyata kebencian} tampak permusuhan {dari mulut mereka dan apa yang mereka sembunyikan dalam hati itu lebih besar} lebih besar {Sungguh Kami telah menerangkan kepada kalian ayat-ayat, jika kalian berpikir


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

118-119. Ini adalah peringatan Allah untuk hamba-hambaNya dari tindakan mengangkat orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka, menjadikan mereka sahabat-sahabat terpercaya, dan teman-teman dekat, menampakkan dan membuka rahasia-rahasia kaum Mukminin kepada mereka. Lalu Allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya yang beriman tentang perkara-perkara yang mengharuskan mereka berlepas diri dari tindakan menjadikan orang-orang kafir itu sebagai sahabat terpercaya, karena mereka “tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu.” Mereka berusaha tanpa pernah lelah, dalam mengakibatkan kebencian dari perkataan dan ketergelinciran lisan mereka. Kebencian dan permusuhan yang disembunyikan oleh hati mereka “adalah lebih besar lagi” daripada sesuatu yang dinampakkan oleh mereka berupa perkataan maupun perbuatan mereka.
Bila kalian mempunyai pemahaman dan akal pikiran, maka sungguh Allah telah menjelaskan bagi kalian perkara mereka. Lalu apa faktor yang mengharuskan untuk mencintai mereka dan menjadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin atau teman-teman terpercaya, padahal kalian mengetahui adanya penyimpangan agama yang besar pada mereka dan juga pada balasan kebaikan kalian terhadap mereka? Kalian itu adalah orang-orang yang istiqamah berpegang teguh pada agama-agama para rasul. Kalian beriman kepada semua rasul yang diutus oleh Allah dan kepada setiap kitab yang diturunkan olehNya, sedang mereka mengingkari kitab yang diturunkan olehNYa, sedang mereka mengingkari kitab yang paling utama dan Rasul yang paling mulia. Kalian memberikan mereka (semua) cinta dan kasih sayang yang sama sekali mereka tidak memberikan imbalan minimal yang setimpal untuk kalian. Lalu bagaimana bisa kalian mencintai mereka sedang mereka tidak mencintai kalian? Dan bila mereka menjumpai kalian, “mereka berkata, ‘Kami beriman,’ dan apabila mereka menyendiri” bersama fdengan kelompok mereka sendiri, “mereka mengigit ujung jari” disebabkan karena kemarahan yang besar dan kebencian mereka terhadap kalian dan agama kalian.
Allah berfirman, “katakanlah (kepada mereka), ‘Matilah kamu karena kemarahan itu’.” Maksudnya, kalian akan menyaksikan kemuliaan Islam dan kehinaan kufur yang akan membuat kalian mendapatkan keburukan, dan kalian meninggal disebabkan amarah kalian sehingga kalian tidak mendapatkan penawar untuknya seperti yang kalian inginkan.
“sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.” Karena itu allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya yang Mukmin apa yang dikandung oleh hati musuh-musuh agama dari orang-orang kafir dan munafik.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 118-120
Allah SWT berfirman sembari melarang hamba-hambaNya yang mukmin untuk menjadikan orang-orang munafik sebagai teman akrab, yaitu membiarkan mereka mengetahui rahasia-rahasia orang mukmin yang bisa digunakan oleh musuh-musuh mereka. Orang-orang munafik dengan segala usaha dan upaya tidak akan henti-hentinya untuk merugikan orang-orang beriman, yaitu mereka akan berusaha bertentangan dan berusaha membahayakan mereka dengan segala kemungkinan, dan melakukan tipu daya untuk mencelakakan mereka. Mereka menginginkan sesuatu yang membuat orang-orang mukmin merasa tertekan dan terganggu.
Firman Allah SWT, (janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu) yaitu golongan lain dari golongan agama lain, dan teman kepercayaan seseorang terhadap oerang lain seperti keluarganya yang mengetahui rahasia-rahasia perkaranya. Imam Bukhari meriwayatkan hal ini. Diriwayatkan dari Abu Sa'id bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi dan mengangkat seorang khalifah melainkan dia mempunyai dua orang kepercayaan: satu orang kepercayaan yang menyuruh dan mendorongnya kepada yang makruf, dan satu orang kepercayaan yang menyuruh dan mendorongnya kepada kejahatan. Orang yang terjaga adalah orang yang dijaga oleh Allah "
Diriwayatkan dari Abu Dahqanah, dia berkata, "Dikatakan kepada Umar bin Khattab, “Sesungguhnya disini ada anak dari golongan Nasrani yang hafal kitab, maka mungkin kamu bisa menjadikannya penulis” Umar berkata, “Sungguh jika aku mengambilnya, maka aku menjadikan orang kepercayaan selain orang-orang beriman."
Dalam riwayat dan ayat ini terdapat dalil bahwa orang-orang yang ditegur maka tidak boleh dimintai pertolongan untuk menulis yang di dalamnya terdapat rahasia-rahasia orang muslim dan dalam urusannya yang bisa membahayakan mereka jika terungkap kepada musuh-musuh Islam dalam peperangan.Oleh karena itu Allah SWT berfirman (mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu)
Kemudian Allah SWT berfirman, (Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi) sungguh telah terlihat di banyak wajah mereka, jadi ujaran kebencian keluar dari lisan-lisan tidak berguna mereka, dengan yang ada dalam hati mereka berupa kebencian terhadap Islam dan orangpara pemeluknya. Hal yang semacam itu tidak dapat disembunyikan bagi orang yang bijaksana dan berakal. Oleh karena itu Allah berfirman, (Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya) Firman Allah SWT, (Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu) yaitu hai orang-orang yang beriman, kalian mencintai orang-orang munafik karena apa yang mereka tunjukkan kepada kalian berupa keimanan, sehingga kalian mencintai mereka karena itu. Adapun mereka tidak mencintai kalian baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. (dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya) yaitu kalian tidak ragu-ragu dalam mengimani kepada kitab-kitab tersebut, sedangkan mereka memiliki keraguan, kebimbangan, dan ketidakpastian.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas mengatakan, (dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya) yaitu terhadap kitab kalian, kitab mereka, dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Adapun mereka ingkar terhadap kitab kalian sehingga kalian lebih berhak membenci mereka daripada mereka membenci kalian. Ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir,
(Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu) “Al-Anamil" adalah ujung-ujung jari. Ini adalah yang dikatakan Qatadah. Seorang penyair berkata:
Aku ingin dari kalian berdua, yaitu sesuatu yang mencapai tenggorokanku, dan apa yang dipegang oleh sepuluh jari tanganku.
Ibnu Mas'ud, As-Suddi, dan Ar-Rabi' bin Anas berkata, “Al-Anamil” adalah jari-jari tangan.
Ini adalah perkara orang-orang munafik. Mereka menampakkan iman dan kasih sayang kepada orang-orang mukmin, tetapi di dalam hati mereka sesuatu yang bertentangan. Seperti Allah SWT berfirman: (mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu” Ini adalah kemarahan dan kebencian yang paling mendalam.
Allah SWT berfirman, (Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati) yaitu bagaimana kalian dengki terhadap orang-orang mukmin dan marah karena hal itu. Maka ketahuilah sesungguhnya Allah telah menyempurnakan nikmatNya kepada hamba-hambaNya yang beriman, memantapkan agamaNya, meninggikan kalimat-kalimatNya, dan menampakkan agamaNya. Maka matilah kalian dalam kemarahan kalian (Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati) yaitu Dia Maha Mengetahui apa yang terkandung dalam hati kalian, dan yang tersembunyi berupa rahasia-rahasia kalian berupa kemarahan, kedengkian, dan dendam terhadap orang-orang mukmin. Itu adalah kiasan bagi kalian di dunia, dimana kalian menampakkan sesuatu yang kalian harapkan. Di akhirat, kalian diberi azab yang dahsyat di neraka dan kalian kekal di dalamnya, sehingga tidak ada jalan keluar bagi kalian dari sana. Kemudian Allah SWT berkata, (Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya) Ini adalah bukti yang menunjukkan atas dahsyatnya permusuhan mereka terhadap orang-orang mukmin. Ketika orang mukmin meraih kemenangan, pertolongan, dan dukungan, serta mendapatkan banyak bantuan, hal itu menyakiti orang munafik. Ketika orang-orang mukmin mengalami kesulitan, atau kekalahan dari musuh mereka, dimana dalam hal tersebut terdapat hikmah Allah SWT (sebagaimana yang terjadi pada perang Uhud) orang-orang munafik merasa gembira. Allah SWT berfirman seraya memberitahu kepada hamba-hambaNya
(Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan) Allah SWT membimbing mereka agar selamat dari kejahatan orang-orang yang berbuat jahat dan usaha orang yang berbuat dosa dengan sabar, takwa, dan tawakal kepada Allah, Dzat yang meliputi muruh-musuh mereka. Maka, tidak ada daya dan upaya bagi mereka kecuali dengan izinNya. Dialah Dzat yang membuat sesuatu ada jika Dia berkehendak, dan tidak ada jika Dia tidak berkehendak, serta sesuatu tidak aakn terjadi kecuali dengan kausa dan kehendakNya. Cukuplah berserah diri kepadaNya.
Kemudian Allah SWT menentukan syariat dalam mengisahkan perang Uhud dan apa yang terjadi di dalamnya, berupa ujian bagi hamba-hambaNya yang beriman, dan memisahkan antara orang-orang mukmin dan orang-orang munafik serta menjelaskan kesabaran orang-orang yang bersabar. Kemudian Allah SWT berfirman


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ali ‘Imran ayat 118: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu anggap seba-gai sahabat karib lain daripada (golongan) kamu; mereka tidak putus-putus (berikhtiar) menarik kecelakaan atas kamu; mereka suka apa-apa yang menyusahkan kamu; sesungguhnya ke bencian telah terbit dari mulut mereka; tetapi apa yang disembunyikan oleh hati mereka, ada lebih besar. Kami telah terangkan tanda-tanda kepada kamu, jika kamu (mau) berfikir.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Seperti orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum munafik.

Demikian juga dilarang memberikan jabatan kepada mereka dalam urusan kaum muslimin. Pernah dikatakan kepada Umar bin Khaththab, "Sesungguhnya di sini ada seorang pemuda dari penduduk Hirah yang sanggup menjaga dan mampu menulis", maka Umar berkata, "Kalau demikian, maka saya sama saja telah mengambil teman kepercayaan selain orang mukmin."

Dengan membicarakan mereka dan menyampaikan rahasia mereka kepada kaum musyrikin.

Berupa permusuhan.

Yang di sana terdapat hal yang bermaslahat bagi kamu baik bagi agama maupun dunia kamu.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 118

Setelah pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan bahwa amal perbuatan orang kafir tidak akan mendatangkan kebaikan karena tidak dilandasi keimanan, maka pada ayat ini Allah memperingatkan umat islam agar tidak menjadikan orang kafir sebagai orang kepercayaan, karena mereka akan berkhianat. Wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu, yaitu orang-orang yang tidak beriman atau beriman tidak secara benar seperti orang-orang munafik, sebagai teman kepercayaanmu, sehingga kamu membocorkan rahasiamu, karena mereka tidak henti-hentinya menyusahkan dan menimbulkan kemudaratan atas kamu. Mereka berbuat itu karena mengharapkan kehancuranmu yang diawali dengan perpecahan dan bercerai-berai. Beginilah kamu, wahai umat islam! kamu salah telah menyukai mereka lantaran sikap manis mereka yang pura-pura, padahal mereka tidak menyukaimu karena agama dan pandangan hidupmu tidak sama dengan mereka, dan kamu beriman kepada semua kitab termasuk kitab yang diturunkan kepada nabi mereka, padahal mereka beriman hanya kepada sebagian isi kitab yang diturunkan kepada nabi mereka dan mengingkari kerasulan nabi Muhammad dan kebenaran Al-Qur'an. Apabila sebagian dari mereka berjumpa kamu, mereka berkata, kami beriman, padahal ucapan itu hanya untuk menipu kamu. Hal tersebut terbukti apabila mereka menyendiri berada di belakangmu dan jauh dari kamu, mereka menggigit ujung jari karena marah yang mencapai puncaknya dan disertai rasa benci kepadamu karena kamu beriman kepada Allah dan kerasulan nabi Muhammad. Mereka berharap agar nikmat iman itu lenyap dari kamu. Katakanlah kepada mereka, matilah kamu karena kemarahanmu itu, yaitu marahlah dan bencilah kami sampai kamu mati! sungguh, Allah maha mengetahui segala isi hati, mengetahui kebencianmu, kemarahanmu, kedengkianmu dan kebohonganmu kepada kami.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah sekumpulan penjabaran dari berbagai ahli tafsir berkaitan isi dan arti surat Ali ‘Imran ayat 118 (arab-latin dan artinya), moga-moga berfaidah bagi kita bersama. Dukung kemajuan kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Cukup Sering Dikaji

Kaji ratusan materi yang cukup sering dikaji, seperti surat/ayat: Yusuf, Al-Qari’ah, An-Nisa 59, Al-Lahab, Quraisy, Al-‘Ashr. Ada juga Al-Kahfi 1-10, An-Naziat, Al-Ma’idah 3, Bismillah, Az-Zumar 53, An-Nashr.

  1. Yusuf
  2. Al-Qari’ah
  3. An-Nisa 59
  4. Al-Lahab
  5. Quraisy
  6. Al-‘Ashr
  7. Al-Kahfi 1-10
  8. An-Naziat
  9. Al-Ma’idah 3
  10. Bismillah
  11. Az-Zumar 53
  12. An-Nashr

Pencarian: surat albaqoroh ayat 285_286, an nisa ayat 16, qs ar rum ayat 30, surat yasin ayat 4, surat ke 64

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: