Surat Ali ‘Imran Ayat 49

وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنِّى قَدْ جِئْتُكُم بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ أَنِّىٓ أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ ٱلطِّينِ كَهَيْـَٔةِ ٱلطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًۢا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ ٱلْأَكْمَهَ وَٱلْأَبْرَصَ وَأُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِى بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Arab-Latin: Wa rasụlan ilā banī isrā`īla annī qad ji`tukum bi`āyatim mir rabbikum annī akhluqu lakum minaṭ-ṭīni kahai`atiṭ-ṭairi fa anfukhu fīhi fa yakụnu ṭairam bi`iżnillāh, wa ubri`ul-akmaha wal-abraṣa wa uḥyil-mautā bi`iżnillāh, wa unabbi`ukum bimā ta`kulụna wa mā taddakhirụna fī buyụtikum, inna fī żālika la`āyatal lakum ing kuntum mu`minīn

Artinya: Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.

« Ali 'Imran 48Ali 'Imran 50 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Tentang Surat Ali ‘Imran Ayat 49

Paragraf di atas merupakan Surat Ali ‘Imran Ayat 49 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai hikmah menarik dari ayat ini. Diketemukan berbagai penjelasan dari berbagai mufassirin terkait makna surat Ali ‘Imran ayat 49, sebagiannya sebagaimana terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan Dia menjadikannya sebagai seorang rasul kepada bani israil, dan dia berkata kepada mereka, ”sesungguhnya aku datang kepada kalian dengan membawa suatu tanda kebenaran dari tuhan kalian yang menunjukan bahwa aku seseorang yang diutus dari sisi Allah, yaitu aku membuatkan untuk kalian dari segumpal tanah yang berbentuk seperti burung,lalu aku tiup ia maka akan menjadi burung yang nyata dengan izin Allah, dan aku dapat menyembuhkan orang yang terlahir buta dan orang yang berpenyakit lepra, dan aku dapat menghidupkan orang yang mati dengan izin Allah. Dan aku kabarkan kepada kalian makanan-makan yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di rumah-rumah kalian. Sesungguhnya pada kejadian-kejadian luar biasa ini yang tidak dalam jangkuan kemampuan manusia sama sekali benar-benar menjadi bukti kebenaran bahwa sesungguhnya aku nabi Allah dan rasulNYA jika kalian membenarkan hujjah-hujjah Allah dan ayat-ayatNya, dan mengakui ketauhidan Nya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

49. dan Allah akan mengutusnya sebagai Rasul kepada para keturunan Ya’qub dengan menyeru: “Aku datang kepada kalian dengan bukti dari Tuhan kalian yang menunjukkan kebenaran kerasulanku, yaitu aku akan membentuk burung dari tanah kemudian aku akan meniupnya, maka tanah itu akan hidup dengan kehendak Allah; aku akan menyembuhkan orang buta dan orang yang terkena kusta; aku akan menghidupkan orang yang telah mati dengan izin Allah; dan akan aku kabarkan apa yang telah kalian makan dan apa yang kalian sembunyikan dalam rumah kalian.

Sungguh pada bukti-bukti yang tidak mengandung keraguan tersebut merupakan bukti-bukti yang jelas atas kebenaran kenabianku jika kalian termasuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

49. Dan Allah juga menjadikannya Rasul bagi Bani Israil. Dia mengatakan kepada mereka, “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kalian. Aku datang kepada kalian dengan membawa tanda-tanda yang menunjukkan kebenaran kenabianku. Yaitu aku bisa membuat sesuatu dari tanah liat dengan bentuk seperti burung, kemudian aku tiup benda itu dan langsung berubah menjadi burung hidup dengan izin Allah; Aku juga bisa menyembuhkan orang yang lahir dalam keadaan buta hingga dia bisa melihat dengan jelas; Aku juga bisa menyembuhkan orang yang orang yang sakit lepra; Dan aku juga bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Semua itu terjadi dengan izin Allah. Dan Aku beritahukan kepada kalian tentang apa yang kalian makan dan apa yang kalian sembunyikan di rumah kalian. Sesungguhnya hal-hal tersebut di atas yang tidak mampu dilakukan oleh manusia itu benar-benar mengandung tanda-tanda yang nyata bahwa aku adalah utusan Allah untuk kalian, jika kalian menginginkan iman dan percaya kepada bukti.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

49. وَرَسُولًا ( Dan (sebagai) Rasul)
Yakni Allah mengutusnya sebagai Rasul kepada Bani Israil dengan risalah yang isinya adalah kalimat setalah kata ini.
Nabi Isa tidak dikirim kecuali kepada Bani Israil, akan tetapi setelah melihat umatnya mendustakan dan menolah dirinya, ia mengirim sebagian pengikutnya kepada umat-umat yang lain. (lihat: surat Yunus: 12-27).

أَنِّى قَدْ جِئْتُكُم بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ (Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu)
Yakni dengan membawa tanda dan bukti.

أَنِّىٓ أَخْلُقُ لَكُم (aku membuat untuk kamu )
Yakni membentuk.

مِّنَ الطِّينِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ ( dari tanah berbentuk burung)
Yakni sesuatu yang mirip seperti burung.

فَأَنفُخُ فِيهِ ( kemudian aku meniupnya)
Yakni meniup ke sesuatu tersebut.

فَيَكُونُ طَيْرًۢا ( maka ia menjadi seekor burung)
Yakni yang terbang layaknya burung yang lain.

بِإِذْنِ اللهِ ۖ( dengan seizin Allah)
Yakni seandainya tanpa izin dari Allah maka ia tidak akan mampu melakukan itu, walaupun Nabi Isa yang membentuk burung tersebut namun itu semua dengan perbuatan Allah yang dijalankan lewat tangan Nabi Isa; maka pembentukan tanah dan tiupan berasal dari Nabi Isa adapun penciptaan berasal dari Allah.

وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ (dan aku menyembuhkan orang yang buta)
Makna (الأكمه) adalah orang yang buta sejak lahir.

وَالْأَبْرَصَ ( dan orang yang berpenyakit sopak)
Makna (البرص) adalah penyakit berupa warna putih yang timbul pada kulit.
Dan Allah mengkhususkan penyebutan dua penyakit ini karena biasanya tidak dapat sembuh dengan pengobatan.

وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِى بُيُوتِكُمْ ۚ ( dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu)
Dan biasanya apa yang disimpan dalam rumah atau apa yang dimakan dalam rumah tidak dapat dilihat oleh orang lain, maka dari itulah ini menjadi mukjizat bagi Nabi Isa.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

49 Dan dia akan diutus sebagai Rasul kepada Bani Israil yang berkata kepada mereka: “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda mukjizat dari Tuhanmu yang menunjukkan kebenaran kenabian dan kerasulanku. Yaitu aku akan membuat untukmu burung dari tanah; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung yang hidup dengan seizin Allah. Makhluk yang hakiki adalah dari Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; yaitu penyakit bercak putih yang ada di kulit. Khusus dua penyakit ini, yang biasanya sulit disembuhkan. Dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada segala yang disebutkan itu sebagai suatu tanda kebenaran kerasulanku bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Dan seorang rasul kepada Bani Israil. (Isa berkata) “Sesungguhnya aku telah datang kepada kalian dengan ayat} tanda yang menunjukkan pada kenabianku {dari Tuhan kalian, sesungguhnya aku membuatkan} membentuk {untuk kalian dari tanah (sesuatu) yang berbentuk seperti burung. Lalu aku meniupnya sehingga menjadi seekor burung sungguhan dengan izin Allah. Aku menyembuhkan} menyembuhkan {orang yang buta sejak dari lahir} orang yang dilahirkan dalam keadaan buta {dan orang yang berpenyakit lepra serta menghidupkan orang-orang mati dengan izin Allah. Aku memberitahu kalian} memberi kalian kabar {apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan} kalian sembunyikan {di rumah kalian. Sesungguhnya dalam hal itu benar-benar terdapat tanda bagi kalian} benar-benar terdapat tanda bagi kalian yang menunjukkan tentang kebenaran kerasulanku {jika kalian orang-orang mukmin


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

33-55 Allah memiliki hamba-hamba pilihan dari seluruh hamba-hambaNya. Dia memilih mereka memilah mereka dan mengaruniakan atas mereka keutamaan-keutamaan yang tinggi, sifat-sifat yang luhur, ilmu-ilmu yang bermanfaat, amal perbuatan yang shalih dan keistimewaan-keistimewaan yang bermacam-macam. Dan Allah menyebutkan keluarga-keluarga besar tersebut dan apa yang di dalamnya berupa manusia-manusia agung yang memiliki sifat kesempurnaan, dan bahwasannya keutamaan dan kebaikan itu telah diwariskan secara turun temurun oleh anak cucu mereka yang mencakup laki-laki maupun wanita di antara mereka. Dan ini merupakan karuniaNya yang paling utama dan tempat-tempat kemurahan dan kebaiknNYa yang paling utama “dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui” Dia mengetahui siapa yang berhak menerima keutamaan dan penghormatan, Hingga Dia meletakkan KeutamaanNya itu yang didasari oleh hikmahNya yang pasti.
Ketika Allah menetapkan keagungan keluarga tersebut lalu Allah menyebutkan kisah Maryam dan putranya isa dan bagaimana silih bergantinya keadaan keduanya dari awal hingga akhirnya, dan bahwa istri Imran berkata seraya tunduk kepada Rabb nya dengan mendekatkan diri kepadaNya dengan persembahan yang Dia cintai yang mengandung pengagungan terhadap rumahNya dan konsistensi dalam ketaatanNya, (istri Imran berkata), ”Sesungguhnya aku menadzarkan kapadaMu anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang sahlih dan berhidmat di baitul makdis” yakni, sebagai pelayan rumah ibadah yang di penuhi dengan ahli ibadah. ”Karena itu terimalah nadzar itu dari padaku,” yakni perbuatan ini, maksudnya, jadikanlah ia di atas dasar keimanan yang membuahkan kebaikan dan pahala. ”Sungguhnya engkaulah yang maha mendengar lagi maha mengetahui. Maka tatkala istri imron melahirkan anaknya, dia pun berkata, ’ya tuhanku, sesungguhnya aku melahirkanya anak perempuan; ’dan Allah telah mengetahui apa yang dilahirkanya;’ dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan,” seolah-olah dalam perkataan itu menyimpan makna ketundukan dan jiwa yang pasrah, dimana nadzarnya itu di dasari oleh harapan anak laki-laki yang memiliki kekuatan dan pelayanan, serta pelaksanaan hal itu sebagaimana yang di laksanakan orang-orang yang kuat, sedang anak wanita itu tidak seperti itu, lalu Allah menguatkan hatinya dan nadzarnya. Maka anak perempuan ini tumbuh sempurna bahkan menjadi lebih sempurna dan lebih baik dari kebanyakan anak laki-laki, bahkan dari mayoritas mereka, lalu maksud-maksud yang dikehendaki tercapai dengan lebih baik daripada yang diperoleh anak laki-laki. Oleh karena itu Allah berfirman, ”Maka Rabbnya menerimanya sebagai nadzar dan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan penglihatan yang baik, ” artinya ia dididik dengan dididkan yang mengagumkan, baik agama, akhlak maupun bahasanya, dimana dengan sempurnalah kodisinya, baiklah perkataan dan perbuatan, kesempurnaannya tumbuh padanya, lalu Allah memudahkan dengan Zakaria sebagai pemaliharanya. ia merupakan karunia atas hambaNya yaitu menjadikan orang yang mejadi pemeliharanya dari orang-orang yang terbaik dan shalih.
Kemudian Allah memuliakan Maryam dan Zakaria sebagaiman Allah memudahkan bagi Maryam rezezi yang di peroleh tanpa keringat dan lelah, hal itu merupakan sebuah karamah sebagai kemuliaan dari Allah untuknya karena, ”setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab,” yakni terpat untuk ibadah, dan di sini terkandung isyarat akan banyaknya shalat yang dilakukan Maryam dan konsistennya kepada tempat ibadah tersebut, ”maka dia mendapatkan makanan di sisinya” dengan nikmat yang tersedia. Zakaria berkata ”Hai Maryam dari mana kamu mendapatkan makanan ini?” “Maryam menjawab, ’ makan itu dari sisi Allah.’ Sesungguhnya Allah memberikan rezeki kepada siapa yang dikehendakinya tanpa hisab.” Ketika Zakaria melihat kondisi tersebut, kebaikan dan seperti itulah kasih Allah terhadap Maryam, maka itu mengingatkan dirinya untuk memohon kepada Allah seorang anak laki-laki, dalam kondisinya yang hampir putus asa seraya berkata ”ya tuhanku, berilah aku dari sisimu seorang anak yang baik. sesungguhnya enkau maha pendengar doa.” “kemudian malaikat jibril memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat maihrab, katanya “sesungguhnya Allah mengembirakan kamu dengan kelahiran seorang putramu Yahya yang membenarkan kalimat dari Allah, ” yakni namanya Yahya, dan kalimat yang datangnya dari Allah adalah isa ibnu Maryam, berita gembira itu adalah dengan Nabi yang mulia tersebut yang mengandung juga berita gembira dengan isa ibnu Maryam, sebagai pembenaran dan kesaksian tentang kerasulannya. Kalimat tersebut dari Allah, merupakan kalimat yang mulia dimana Allah menghususkan isa ibnu Maryam dengannya, bila tidak demikian, maka kalimat merupakan kalimat salah satu milikinya, dimana dengannya Allah menciptakan salah segala makluk, sebagaimana Allah berfirman,
"Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia." QS -Ali-imran:59-
Dan firmannya, ”menjadi ikutan dan menahan diri dari hawwa nafsu,” artinya yang menjadikan objek kabar gembira itu adalah yahya yang merupakan panutan dari Rasul-Rasul yang mulia dan yang terhormat, dan menahan diri, artinya yang tidak bisa punya anak dan tidak berkehendak kepada wanita. pendapat lain mengatakan orang yang dijaga dan di selamatkan dari dosa dan hawa nafsu yang menjerumuskan, dan yang terakhir inilah yang paling sesuai dengan makna tersebut. ”Dan seorang nabi termasuk golongan shalih, ” maksudnya, orang-orang yang mencapai puncak ketinggian dalam kesholehan.
“zakaria berkata, ’ya tuhanku bagaimana aku bisa mendapatkan anak sedangkan aku sudah sangat tua istriku pun seorang yang mandul?” kedua hal itupun merupakan penghalang, karena itu dari jalan manakah wahai tuhan, saya mendapatkan anak tersebut padahal ada pengahalangnya? “Allah berfirman, demikian Allah membuat apa yang dikehendakinya,” sebagaimana telah berlaku hikmahNya dengan berjalannya segala sesuatu itu menurut sebab-sebabnya yang wajar, maka Allah juga kadang merubah hukum alam tersebut karena Allah maha berbuat apa yang dikehendakinya, di mana segala sebab telah patuh kepada kekuasaannya dan keinginanNya dan tidak ada sebab yang menyalahi titahnya walaupun memiliki kekuatan yang besar sekalipun.
“Berkata Zakaria, ’berilah aku suatu tanda bahwa istriku telah mengandung,” agar saya mendapatkan kepercayaan dan rasa senang, walaupun saya yakin apa yang engaku kabarkan wahai Rabbku. akan tetapi agar jiwa ini senang dan hati ini tenang dengan pendahuluan-pendahuluan rahmat dan kasih sayang.
“Allah berfirman, ’Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari kecuali dengan isyarat,” dan dalam masa itu, ”Sebutlah nama tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari,” yakni awal hari dan akhirnya. Zakaria terlarang berbicara dengan orang lain pada masa tersebut, dan itu sesuai dengan apa yang didapatkanya seorang anak dari seoarang suami yang telah tua dan istri yang mandul, keadannya yang tidak mampu berbicara dengan orang lain padahal lisanya lancar berdzkir kepada Allah dan memujinya adalah tanda yang lain. Maka ketika itulah ia mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan tersebut, lalu ia bersyukut kepada Allah, dan ia memperbanyak dzikir dan tasbih saat petang maupun pagi hari.
Dan anak bayi itu merupakan berkah dari Maryam binti Imran terhadap Zakaria. kerena apa yang telah Allah keruniakan terhadap Maryam berupa rezeki yang banyak yang hadir tanpa hisab, mengingatkan dan mengorbankannya untuk bermunajat dan memohon. Sedang Allah maha memberi penyebat mapun akibatnya, namun Allah menentukan beberapa perkara yang di sukai, terjadi kepada orang yang dicintaiNya, agar Allah mengangkat kehormatanya dan melimpahkan pahalanya.
Allah kembali menyebut kisah Maryam, yaitu bahwa Maryam itu telah mencapai puncak ibadah dan kesempurnaan, seraya berfirman, ”Dan ingatlah ketika malaikat jibril berkata ’Hai Maryam sesungghunya Allah telah memilih kamu,” Maksudnya, Allah memilihmu dan meberimu sipat-sipat yang mulia dan akhlak yang luhur, ”dan menyucikan kamu,” dari ahklak-ahklak yang hina, ”dan melebihkan kamu di atas segala wanita di dunia yang semasa dengan kamu.” Karena itu Rasululoh bersabda ”Telah banyak yang mencapai kesempurnaan dibandingkan laki-laki, namun belum mancapai kesempurnaan dari pada wanita kecuali Maryam binti Imran, aisyah binti muzahim, dan Khadijah binti khuwailid dan keutamaan aisyah atas seluruh wanita bagaikan daging di lapisi adonan dan seluruh makanan yang ada.” (HR. Bukhori : 3769)
Kemudian menyeru Maryam atas perintah Allah untuknya agar dia menerima nikmat-nikmat dari Allah dan dia bersyukur kepada Allah, kemudian menunaikan segala hak-hakNya, dan menyibukan diri untuk melayaniNya. Karena itu malaikat berkata, ”Hai Maryam taatlah kepada tuhanmu,” artinya, perbanyaklah ketaatan, ketundukan dan konsistenlah kepada Rabbmu lalu konsistenlah atas hal tersebut, ”dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk, ” yakni, shalatlah bersama orang-orang yang shalat. Lalu ia menunaikan segala perkara yang diperintahkan sehingga ia menjadi mulia dan istimewa dalam kesempurnaanya.
Ketika kisah ini dan selainnya menjadi diantara dalil yang paling besar atas kerosulan Muhammad sholallohu alaihi wasallam, karena dengannya Nabi memberitakan rincian yang benar tanpa ada tambahan dan pengurangan, dan tidaklah hal itu kecuali wahyu dari Allah yang Maha mulia juga maha bijaksana bukan hasil belajar dari manusia, maka Allah berfirman, ”yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita yang ghaib yang kami wahyukan kepadamu wahai Muhammad; padahal kamu tidak hadir berserta mereka, ketika mereka melempar anak-anak panah mereka untuk mengundi siapa di antara mereka yang memelihara Maryam, ” yaitu ketika ibunya membawa kepada kaumnya, mereka berselisih siapakah di antara mereka yang memelihara Maryam, kerena ia adalah anak pemimpin mereka dan tokoh mereka, serta mereka semua menginginkan kebaikan dan pahala dari Allah, hingga terjadilah perselisihan yang sengit, yang akhirnya mereka harus mengadakan undian padanya, lalu mereka melempar pena-pena dengan seraya mengundi undian itu jatuh kepada Zakaria sebagai suatu rahmat dari Allah untuknya dan untuk anak wanita Imran tersebut.
Maka engkau (wahai Rasul) tidak hadir saat itu hingga engkau mengetahuinya dan meceritakannya kepada manusia, akan tetapi Allah mengabarkan kepadamu tentang kisah tersebut. Inilah maksud terbesar dari adanya kisah-kisah dari Al-Qur’an yaitu bahwasanya ia menjadi pelajaran bagi manusia. Dan pelajaran yang paling agung berdalil dengannya atas tauhid, kerasulan, kebangkitan kembali, dari pokok-pokok agama laiNya.
“Ingatlah kerika malaikat berkata, ’Hai Maryam sesungguhnya Allah mengembitakanmu dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan dengan kalimat yang datang dariNya, namanya Al-masih isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan akhirat dan termasuk orang-orang yang di dekatkan kepada Allah’.” Maksudnya, ia mempunyai kedudukan dan posisi yang agung di dunia dan di akhirat di antara para mahkluk. Di samping itu, dia termasuk mahkluk Allah yang paling dekat kepadaNya dan paling tinggi derajatnya.
Ini merupakan kabar gembira yang tidak dapat di samakan dengan kabar-kabar gembira lainya. Dan diantara kesempurnaan dari kabar gembira itu adalah bahwa dia, ”berbicara pada manusia dalam buaian, ” sehingga kemamouan berbicara dalam buaian itu tanda kebesaran diantara tanda-tanda kebesaran Allah dan rahmat dariNya kepada ibunya dan kepada manusia seluruhnya. Demikian juga ia berbicara dengan mereka, ”ketika sudah dewasa, ” yaitu saat ia telah besar. Ini merupakan ungkapan kenabian, dakwah dan bingbingan. berbicara saat dalam buaian merupakan tanda kebesaran dan keterangan yang jelas atas kebenarannya, kenabiannya, dan terbebasnya ibunya dari segala sangkaan buruk yang di tundingkan kepadanya. Dan pembicaraannya saat dewasa mengandung manfaat yang besar bagi manusia, dan ia adalah perantara antara manisua dengan tuhan mereka dalam hal wahyunya dan penyampaian agama dan syariatNya.
Disamping itu juga ia “adalah termasuk orang-orang yang sahlih,” yakni, yakni orang yang dalam hati mereka diberikan kesahlihan kepadanya oleh Allah dengan mengenal dan mencintainya, dan lisan mereka diberikan keshalihan dengan pujian atasnya dan dzkir kepadaNYa, dan tubuh mereka diberikan keshalihan dengan ketaatan kepadanya dan melayaniNya
Dan firmanNya, ”Maryam berkata’ya Rabbku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak padahal aku belum pernah disentuh oleh lelaki sekalipun?” Ini merupakan perkara yang aneh.
“Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), ‘Demikiankah Allah menciptakan apa yang dikehendakiNya’, ” untuk memberitakan kepada hamba-hambaNya bahwa Dia adalah Mahakuasa atas segala sesuatu dan tidak ada penghalang bagi kehendakNya. “Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, ‘Jadilah, ’ maka jadilah dia.”
“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya al-Kitab yaitu, kitab-kitab terdahulu pada umumnya yang memutuskan hukum di antara manusia, dan Allah memberikan kepadanya kenabian lalu Allah menjadikannya “(sebagai) Rasul kepada Bani Israil.” Allah mengukuhkannya dengan ayat-ayat yang jelas serta dalil-dalil yang tegas dimana dia berkata, “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, ” yang menjelaskan kepada kalian bahwa aku adalah benar-benar seorang Rasul Allah.
Yang demikian itu, “bahwa aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya, ” yakni yang kedua matanya cacat, hilang pandangannya dan buta, “dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu,” yakni hal-hal yang telah disebutkan, “adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku.”
Allah mengukuhkan beliau dengan dua bentuk ayat dan bukti nyata yaitu hal-hal di luar kebiasaan yang tidak mungkin dilakukan oleh selain nabi untuk menghadirkannya, juga kerasulan dan dakwah serta agama yang dibawa olehnya yang mana ajaran itu adalah agama Taurat dan agama nabi-nabi sebelumnya. Ini merupakan dalil yang paling besar atas kebenaran orang-orang yang benar, karena seandainya ia di antara orang-orang yang dusta, niscaya pasti ia akan menyalahi apa yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya dan akan menyimpang dari mereka dalam masalah-masalah akidah dan hukum-hukum mereka. Dengan demikian diketahuilah bahwa beliau adalah Rasulullah dan bahwa apa yang dibawa oleh beliau adalah benar, yang tidak ada keraguan padanya.
Juga perkataannya, “Dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, ” yakni, agar saya meringankan dari kalian beberapa beban dan tanggung jawab. “Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan TUhanmu, karena itu sembahlah Dia.” Ini adalah ajaran yang diserukan oleh seluruh Rasul, yaitu beribadah hanya kepada Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya dan taat kepada mereka, dan inilah jalan yang lurus dimana orang yang menempuhnya akan menghantarkannya kepada surga yang penuh nikmat.
Saat itulah sikap kelompok-kelompok Bani Israil terpecah terhadap Nabi Isa. Di antara mereka ada yang beriman kepada beliau dan mengikuti beliau, dan di antara mereka ada yang kafir kepada beliau, mendustai beliau dan memfitnah ibu beliau sebagai seorang yang melakukan kekejian, sebagaimana (yang dilakukan orang-orang) Yahudi. “Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil)” dan sepakat dalam menolak dakwah beliau, “Isa berkata” seraya menyeru Bani Israil untuk menjadi penolongnya, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab, ” yakni orang-orang yang membela, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.”
Ini merupakan anugerah Allah atas mereka dan khususnya atas nabi Isa, dimana Allah telah menjadikan para hawariyyun tersebut beriman kepadaNya, tunduk dalam ketaatan kepadaNya dan membela RasulNya. “Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami telah mengikuti rasul.” Ini adalah suatu integritas yang sempurna dalam beriman kepada seluruh hal yang diturunkan oleh Allah dan dalam menaati RasulNya. “Karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi” bagiMu dengan keesaan dan bagi RasulMu dengan kerasulan serta bagi agamaMu dengan kebenaran dan kejujuran.
Adapun orang-orang yang dirasakan oleh Isa pengingkaran mereka, sedang mereka itu adalah sebagian besar Bani Israil, maka mereka “membuat tipu daya” terhadap Nabi Isa, “dan Allah membalas tipu daya itu” terhadap mereka, “dan Allah sebaik- baik pembalas tipu daya.” Mereka bersepakat untuk membunuh dan menyalibnya, namun dijadikan buat mereka orang yang serupa dengan Nabi Isa lalu mereka menangkap orang yang serupa tersebut, dan Allah berfirman kepada Isa, “Sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaKu serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir.” Lalu Allah mengangkatnya kepadaNya dan membersihkannya dari orang-orang kafir, dan orang-orang kafir itu menyalib orang yang telah mereka bunuh tersebut seraya menduga bahwa orang yang mereka salib itu adalah Isa, dan mereka justru menanggung dosa yang besar.
Dan Isa Ibnu Maryam akan turun kembali di akhir masa umat ini sebagai hakim yang adil, ia akan membunuh babi, mengahncurkan salib dan ia akan mengikuti apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Orang-orang yang berdusta itu akan mengetahui keterpedayaan dan ketertippuan mereka yaitu bahwa mereka itu telah terperdaya dan tertipu. Dan FirmanNya, “Dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga Hari Kiamat.” Yang dimaksud orang-orang yang mengikutinya adalah kelompok yang telah beriman kepada beliau, dan Allah membela mereka atas orang-orang yang menyimpang dari agamaNya. Kemudian ketika umat Muhammad tiba, mereka itu benar-benar mengikutinya hingga Allah menguatkan mereka dan membela mereka atas orang-orang kafir secara keseluruhan, dan Allah memenangkan mereka dengan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad kepada mereka.
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." QS–An-Nur:55-
Akan tetapi hikmah Allah itu adil, yaitu bahwasanya hikmahNya berlaku bagi siapa yang berpegang teguh dengan Agama, niscaya Allah akan membelanya dengan pembelaan yang nyata, dan bahwa orang yang meninggalkan perintahNya dan melanggar laranganNya, melemparkan syariatNya dan berani lancang berbuat kemaksiatan kepadaNya, niscaya Dia akan menghukumnya dan akan membuat musuh-musuhnya menguasainya. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Dan FirmanNya, “kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.”
Kemudian Allah menjelaskan tentang apa yang dilakukanNya terhadap mereka, seraya berfirman,


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 48-51
Allah berfirman seraya memberitahukan tentang kesempurnaan kabar gembira yang diberikan oleh para malaikat kepada Maryam tentang putranya, nabi Isa, bahwa sesungguhnya Allah mengajarinya segala ilmu (Kitab, Hikmah) Yang jelas bahwa yang dimaksud dengan "kitab" di sini adalah kemampuan menulis. Adapun tentang "hikmah" dimana pembahasannya telah lewat sebelumnya dalam surah Al-Baqarah (Taurat, dan Injil) Taurat adalah kitab yang diturunkan kepada nabi Musa putra Imran. Adapun Injil adalah kitab yang diturunkan kepada nabi Isa putra Maryam. Adapun nabi Isa tetap menjaga hal ini dan hal itu.
Firman Allah (Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil) yaitu Allah menjadikannya sebagai seorang Rasul kepada Bani Israil dan menyampaikan kepada mereka: (Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah) Demikianlah yang dia lakukan, dia membentuk bentuk burung dari tanah, kemudian dia meniupkannya dan burung itu terbang dengan izin Allah. Allah menjadikan hal ini sebagai mukjizat baginya yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang Rasul (Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir) dikatakan bahwa itu adalah seseorang yang hanya bisa melihat pada siang hari dan buta pada malam hari, dan dikatakan sebaliknya. Dikatakan juga bahwa ini adalah orang yang lemah penglihatannya. Dikatakan juga bahwa itu adalah seseorang yang buta sejak lahir atau hal serupa dengan itu. Karena itu adalah mukjizat yang jelas dan terang. (dan orang yang berpenyakit kusta) seduatu yang sudah diketahui (Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah). Firman Allah (dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu) yaitu Aku akan memberitahukan tentang apa yang seseorang dari kalian makan saat ini, dan apa yang disimpannya di rumah untuk besok. (Sesungguhnya pada yang demikian itu) pada semua hal itu (terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman) yaitu atas kebenaranku dalam apa yang aku bawa untuk kalian (jika kamu orang beriman (49) Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat) yaitu untuk menjelaskan dan meneguhkan (dan agar aku menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu) Ini menunjukkan bahwa nabi Isa mengganti beberapa hukum Taurat dengan hukum-hukum baru, dan ini adalah pandangan yang benar dalam dua pendapat sebagaimana Allah berfirman dalam ayat lain: (dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya) (Surah Az-Zukhruf: 63)
Kemudian Allah berfirman (aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu) yaitu dengan hujjah dan dalil yang menunjukkan atas kebenaran dalam apa yang aku sampaikan kepada kalian (Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku (50) Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia) yaitu aku dan kalian semua itu sama dalam hal peribadatan kepadaNya, tunduk dan patuh kepadaNya (Inilah jalan yang lurus)


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ali ‘Imran ayat 49: Dan Rasul berkata kepada Bani Israil : "Sesungguhnya aku bawa kepada kamu satu mu'jizat dari Tuhan kamu (yaitu) aku bisa membikin untuk kamu, dari tanah, seperti rupa burung, lalu aku tiup padanya, lantas ia jadi burung dengan idzin Allah, dan aku bisa menyembuh kan orang yang buta dan yang sopak, dan menghidupkan mati, dengan idzin Allah, dan aku bisa khabarkan kepada kamu apa vang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumah-rumah kamu. Sesungguhnya di dalam yang demikian ada satu tanda (kebenaranku) bagi kamu jika kamu beriman".


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Baik di waktu kecil atau setelah baligh.

Yang menunjukkan kebenaran kerasulanku.

Nabi Isa 'alaihis salam kemudian membuatkan untuk mereka dari tanah sesuatu berbentuk burung, maka burung itu terbang, dan mereka menyaksikannya. Setelah burung itu hilang dari pandangan mereka, maka burung itu pun jatuh dan mati untuk membedakan antara buatan makhluk dengan buatan Al Khaliq (Pencipta) yaitu Allah dan agar diketahui bahwa kesempurnaan semuanya milik Allah.

Disebutkan kedua penyakit ini, karena keduanya merupakan penyakit berat. Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengutus Nabi Isa di waktu pengobatan sedang terkenal, Beliau mengobati manusia pada waktu dengan berdo'a kepada Allah dengan syarat mereka mau beriman.

Disebutkan kata-kata "dengan izin Allah" untuk menghilangkan anggapan dirinya sebagai tuhan.

Baik yang telah dimakan maupun yang akan dimakan nanti.

Semua itu merupakan tanda yang besar, yaitu menjadikan benda mati menjadi hidup, menyembuhkan penyakit yang tidak sanggup disembuhkan oleh para dokter, menghidupkan yang mati dan memberitahukan hal-hal ghaib. Semua itu mengharuskan mereka beriman kepada kerasulannya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 49

Ayat berikut ini menjelaskan posisi nabi isa sebagai rasul Allah, sekaligus menampik adanya dugaan bahwa isa adalah anak tuhan bahkan tuhan itu sendiri. Dan keberadaan isa hanyalah sebagai rasul Allah yang secara khusus diutus kepada bani israil. Kemudian terjadilah dialog antara nabi isa dan bani israil, ia berkata, aku telah datang kepada kalian sebagai rasul Allah dengan membawa sebuah tanda, mukjizat atau bukti kerasulanku, dari tuhan kalian, yang juga tuhanku, yaitu aku akan membuatkan bagi kalian sesuatu dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia yang berbentuk seperti burung itu, benar-benar menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku juga mampu menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta, semacam bercak-bercak putih di kulit. Dan bahkan aku bisa menghidupkan orang mati, yang semuanya itu bisa terjadi dengan izin Allah. Begitu juga, aku bisa memberitahukan kepada kalian apa yang kalian makan, dan bahkan aku bisa menceritakan kepada kalian apa yang kalian simpan di rumah kalian. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda kebenaran kerasulanku bagi kalian, jika kalian orang beriman dengan sebenar iman dan tidak ragu sedikit punbukan saja sebagai rasul, aku juga sebagai seorang yang membenarkan inti ajaran kitab taurat yang datang sebelumku, yaitu ajaran tauhid, dan karenanya kitab injil tidaklah bertentangan dengan taurat dan juga tidak dimaksudkan untuk menghapus seluruh ajarannya. Dan jika ada hukum yang dihapus, maka hal itu agar aku bisa meringankan beberapa hukum yang dianggap berat, antara lain, dengan menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan hukumnya untukmu. (lihat juga surah al-ana'm/6: 146, al-ara'f/7: 163). Dan aku benar-benar datang kepadamu dengan membawa suatu tanda, mukjizat, dari tuhanmu. Karena itu, hai bani israil, bertakwalah kepada Allah yakni peliharalah diri kalian dari hal-hal yang bisa melahirkan murka Allah, dan taatlah kepadaku dengan mengikuti ajaranku.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beragam penjelasan dari beragam ulama tafsir terhadap makna dan arti surat Ali ‘Imran ayat 49 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat bagi kita bersama. Sokong dakwah kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Cukup Sering Dilihat

Telaah berbagai materi yang cukup sering dilihat, seperti surat/ayat: Al-Hujurat 10, Luqman 13, Al-Fatihah 6, ‘Abasa, An-Naas, Al-Ma’idah 32. Termasuk Al-Lail, Al-Baqarah 285-286, Dua (2) Terakhir al-Baqarah, At-Taubah 40, Maryam, Yasin 9.

  1. Al-Hujurat 10
  2. Luqman 13
  3. Al-Fatihah 6
  4. ‘Abasa
  5. An-Naas
  6. Al-Ma’idah 32
  7. Al-Lail
  8. Al-Baqarah 285-286
  9. Dua (2) Terakhir al-Baqarah
  10. At-Taubah 40
  11. Maryam
  12. Yasin 9

Pencarian: شفاك الله شفاء عاجلا شفاء لا يغادر بعده سقما, an nisa 4, al arof, an nur 23, qs al munafiqun

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.