Surat Ali ‘Imran Ayat 25


Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَاهُمْ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Arab-Latin: Fa kaifa iżā jama'nāhum liyaumil lā raiba fīh, wa wuffiyat kullu nafsim mā kasabat wa hum lā yuẓlamụn

Terjemah Arti: Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan).

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Bagaimana terjadinya keadaan mereka apabila Allah mengumpulkan mereka untuk menghisab mereka pada hari yang tidak ada keraguan sama sekali tentang terjadinya (yaitu hari kiamat) dan masing-masing orang akan mendapatkan balasan atas apa yang mereka perbuat dan mereka tidak akan dizalimi sedikitpun.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

25. Lalu bagaimana keadaan dan penyesalan mereka? Tentu akan sangat buruk sekali, karena Kami akan mengumpulkan mereka untuk menghadapi penghitungan amal pada hari yang tidak diragukan kebenarannya, yaitu hari kiamat. Dan setiap orang akan diberikan balasan yang sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing. Tidak ada yang dizalimi dengan dikurangi kebaikannya maupun ditambah keburukannya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

25. فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنٰهُمْ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيهِ (Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya)
Yakni bagaimana keadaan mereka jika Kami mengumpulkan mereka di hari pembalasan yang tidak diragukan tentang adanya, mereka pasti akan terjerumus ke dalam siksaan dan tidak dapat meloloskan diri mereka dengan tipu daya dan kebohongan.

وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ (Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya)
Yakni balasan apa yang telah diperbuat.

وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ( sedang mereka tidak dianiaya)
Yakni dengan penambahan dosa atas mereka atau dengan pengurangan amal kebaikan yang menjadi hak mereka.
Dan di hari tersebut akan jelas bagi orang-orang Yahudi dan orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan melawan-Nya yang tertipu dengan kebohongan-kebohongan mereka bahwa hal itu tidak akan bermanfaat bagi mereka ketika Allah mengumpulkan mereka di depan-Nya untuk menanyai dan menghisab, maka mereka tidak memiliki alasan apapun di sisi Allah.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

25 Bagaimanakah jadinya mereka, atau bagaimana keadaan mereka nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari pembalasan, hari yang tidak ada keraguan kejadiannya yaitu hari kiamat. Setiap jiwa akan dibalas atas apa yang mereka kerjakan. Mereka tidak dirugikan sedikitpun berupa penambahan siksa atas dosa mereka, juga tidak akan berkurang kebaikan mereka. Saat itulah, mereka sadar bahwa tidak ada satupun yang dapat menolong mereka.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

23-25. Maksudnya, tidakkah anda perhatikan dan heran terhadap mereka, “orang-orang yang telah diberi bagian yaitu al-Kitab (Taurat)”, dan “mereka diseru kepada kitab Allah” yang membenarkan apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-rasulNya, “kemudian sebagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi” dari mengikuti kebenaran. Seolah-olah dikatakan, apa pendorong mereka berpaling seperti itu, padahal mereka adalah orang-orang yang paling berhak untuk mengikuti dan paling mengetahui hakikat dari apa yang dibawa oleh nabi Muhammad? Lalu Allah menyebutkan dua sebab dari hal itu:
Pertama, rasa aman dan persaksian mereka yang batil lagi diri mereka sendiri akan keselamatan dan bahwa neraka itu tidaklah akan menyentuk mereka kecuali hanya beberapa waktu saja yang mereka tentukan menurut hawa nafsu mereka sendiri yang rusak. Seolah-olah pengaturan kepemilikan kembali kepada mereka, di mana mereka berkata,
"Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. QS- Al-Baqarah: 111-
Telah diketahui bahwa hal ini merupakan angan-angan kosong yang batil secara syari maupun akal.
Kedua, bahwasanya mereka ketika mendustakan ayat-ayat Allah dan membuat kebohongan atasnya, setan menghiasi perbuatan-perbuatan mereka yang buruk, dan mereka terpedaya oleh hal tersebut, hingga Nampak oleh mereka bahwa itu merupakan sesuatu yang benar, (dan itu adalah) sebagai suatu hukuman atas keberpalingan mereka dari kebenaran, oleh karena itu, bagaimanakah kondisi mereka ketika Allah mengumpulkan mereka pada Hari Kiamat nanti? Di mana Allah akan memberikan balasan akan perbuatan manusia dan berlakulah keadilan Allah terhadap hamba-hambaNya. Saat itu tidaklah perlu ditanya lagi tentang siksaan yang akan mereka rasakan, kebaikan dan pahala tidak mungkin didapatkan. Dan itu adalah karena tindakan yang diperbuat oleh tangan mereka sendiri, dan tidaklah Tuhanmu itu berlaku zhalim terhadap hamba-hambaNya.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Yakni tidak dikurangi kebaikannya dan tidak ditambah keburukannya.

Ketika mereka dikumpulkan oleh Allah dan diberi balasan, maka mereka akan menyadari salahnya persangkaan mereka selama ini, yakni bahwa mereka hanya masuk ke dalam neraka beberapa hari saja.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Pada ayat sebelumnya disebutkan bahwa kaum yahudi berani menyepelekan azab Allah dengan mengingkari kebenaran yang dibawa rasulullah, barangkali karena mereka masih hidup di dunia, maka bagaimana jika nanti mereka, kaum yahudi itu, kami kumpulkan pada hari kiamat yang tidak diragukan terjadinya, dan pada hari itu juga kepada setiap jiwa diberi balasan yang sempurna atau setimpal sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, jika baik akan mendapatkan pahala dan jika buruk akan memperloleh siksa, dan mereka tidak akan dizalimi, yakni dirugikan atau dikurangi sedikit pun dari balasannya' setelah ayat-ayat sebelumnya menjelaskan tentang ketidakmampuan seseorang untuk menghindar dari keniscayaan hari akhir sebagai hari pembalasan, hari tersingkapnya rahasia, hari terkuaknya segala kebohongan, maka ayat berikut menjelaskan tentang kemahakuasaan Allah yang lain di dunia. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, wahai tuhan pemilik kekuasaan, engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang engkau kehendaki, dan engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang engkau kehendaki dan engkau hinakan siapa pun yang engkau kehendaki. Di tangan engkaulah segala kebajikan. Sungguh, engkau mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak seorang pun mampu mengangkat derajat orang lain dan memuliakannya kecuali atas izin-Nya, dan tidak seorang pun mampu menjatuhkan kekuasaan orang lain dan menghinakannya kecuali atas izin-Nya.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Related: Surat Ali ‘Imran Ayat 26 Arab-Latin, Surat Ali ‘Imran Ayat 27 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Ali ‘Imran Ayat 28, Terjemahan Tafsir Surat Ali ‘Imran Ayat 29, Isi Kandungan Surat Ali ‘Imran Ayat 30, Makna Surat Ali ‘Imran Ayat 31

Category: Surat Ali 'Imran


Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!