Surat An-Nas Ayat 6

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Minal-jinnati wan-nās

Dari (golongan) jin dan manusia.

Surat An-Nas Ayat 5

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ

Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās

Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

Surat An-Nas Ayat 4

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

Min syarril-waswāsil-khannās

Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

Surat Al-Falaq Ayat 5

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.

Surat Al-Falaq Ayat 4

وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad

Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

Surat Al-Falaq Ayat 3

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

Wa min syarri gāsiqin iżā waqab

Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

Surat Al-Falaq Ayat 2

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Min syarri mā khalaq

Dari kejahatan makhluk-Nya,

Surat Al-Falaq Ayat 1

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

Qul a’ụżu birabbil-falaq

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,

Surat Al-Ikhlas Ayat 4

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Surat Al-Ikhlas Ayat 3

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Lam yalid wa lam yụlad

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

Surat Al-Ikhlas Ayat 2

اللَّهُ الصَّمَدُ

Allāhuṣ-ṣamad

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Surat Al-Ikhlas Ayat 1

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Qul huwallāhu aḥad

Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

Surat Al-Lahab Ayat 5

فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

Fī jīdihā ḥablum mim masad

Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Surat Al-Lahab Ayat 4

وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ

Wamra`atuh, ḥammālatal-ḥaṭab

Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.

Surat Al-Lahab Ayat 3

سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

Sayaṣlā nāran żāta lahab

Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

Surat Al-Lahab Ayat 2

مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ

Mā agnā ‘an-hu māluhụ wa mā kasab

Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.

Surat Al-Lahab Ayat 1

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

Tabbat yadā abī lahabiw wa tabb

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.

Surat An-Nasr Ayat 3

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

Fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfir-h, innahụ kāna tawwābā

Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

Surat An-Nasr Ayat 2

وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا

Wa ra`aitan-nāsa yadkhulụna fī dīnillāhi afwājā

Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,

Surat An-Nasr Ayat 1

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

Iżā jā`a naṣrullāhi wal-fat-ḥ

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

Surat Al-Kafirun Ayat 6

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Lakum dīnukum wa liya dīn

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.

Surat Al-Kafirun Ayat 5

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

Wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

Surat Al-Kafirun Ayat 4

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ

Wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

Surat Al-Kafirun Ayat 3

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

Wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

Surat Al-Kafirun Ayat 2

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

Lā a’budu mā ta’budụn

Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

Surat Al-Kafirun Ayat 1

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

Qul yā ayyuhal-kāfirụn

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,

Surat Al-Kautsar Ayat 3

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Inna syāni`aka huwal-abtar

Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Surat Al-Kautsar Ayat 2

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Fa ṣalli lirabbika wan-ḥar

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

Surat Al-Kautsar Ayat 1

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

Innā a’ṭainākal-kauṡar

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

Surat Al-Ma’un Ayat 7

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

Wa yamna’ụnal-mā’ụn

Dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Surat Al-Ma’un Ayat 6

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

Allażīna hum yurā`ụn

Orang-orang yang berbuat riya,

Surat Al-Ma’un Ayat 5

الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

Allażīna hum ‘an ṣalātihim sāhụn

(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

Surat Al-Ma’un Ayat 4

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ

Fa wailul lil-muṣallīn

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

Surat Al-Ma’un Ayat 3

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa’āmil-miskīn

Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

Surat Al-Ma’un Ayat 2

فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

Fa żālikallażī yadu”ul-yatīm

Itulah orang yang menghardik anak yatim,

Surat Al-Ma’un Ayat 1

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ

A ra`aitallażī yukażżibu bid-dīn

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

Surat Quraisy Ayat 4

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

Allażī aṭ’amahum min jụ’iw wa āmanahum min khaụf

Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

Surat Quraisy Ayat 3

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ

Falya’budụ rabba hāżal-baīt

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).

Surat Quraisy Ayat 2

إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ

īlāfihim riḥlatasy-syitā`i waṣ-ṣaīf

(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.

Surat Quraisy Ayat 1

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

Li`īlāfi quraīsy

Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,

Surat Al-Fil Ayat 5

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ

Fa ja’alahum ka’aṣfim ma`kụl

Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Surat Al-Fil Ayat 4

تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ

Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl

Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

Surat Al-Fil Ayat 3

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ

Wa arsala ‘alaihim ṭairan abābīl

Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,

Surat Al-Fil Ayat 2

أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ

A lam yaj’al kaidahum fī taḍlīl

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?

Surat Al-Fil Ayat 1

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

A lam tara kaifa fa’ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīl

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?

Surat Al-Humazah Ayat 9

فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ

Fī ‘amadim mumaddadah

(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

Surat Al-Humazah Ayat 8

إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ

Innahā ‘alaihim mu`ṣadah

Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,

Surat Al-Humazah Ayat 7

الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ

Allatī taṭṭali’u ‘alal-af`idah

Yang (membakar) sampai ke hati.

Surat Al-Humazah Ayat 6

نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ

Nārullāhil-mụqadah

(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,

Surat Al-Humazah Ayat 5

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ

Wa mā adrāka mal-ḥuṭamah

Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?

Surat Al-Humazah Ayat 4

كَلَّا ۖ لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ

Kallā layumbażanna fil-ḥuṭamah

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.

Surat Al-Humazah Ayat 3

يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ

Yaḥsabu anna mālahū akhladah

Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,

Surat Al-Humazah Ayat 2

الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ

Allażī jama’a mālaw wa ‘addadah

Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,

Surat Al-Humazah Ayat 1

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ

Wailul likulli humazatil lumazah

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,

Surat Al-‘Ashr Ayat 3

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Illallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Surat Al-‘Ashr Ayat 2

إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

Innal-insāna lafī khusr

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

Surat At-Takatsur Ayat 8

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

ṡumma latus`alunna yauma`iżin ‘anin-na’īm

Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Surat At-Takatsur Ayat 7

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ

ṡumma latarawunnahā ‘ainal-yaqīn

Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin.

Surat At-Takatsur Ayat 6

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ

Latarawunnal-jaḥīm

Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,

Surat At-Takatsur Ayat 5

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ

Kallā lau ta’lamụna ‘ilmal-yaqīn

Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,

Surat At-Takatsur Ayat 4

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

ṡumma kallā saufa ta’lamụn

Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.

Surat At-Takatsur Ayat 3

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

Kallā saufa ta’lamụn

Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

Surat At-Takatsur Ayat 2

حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

ḥattā zurtumul-maqābir

Sampai kamu masuk ke dalam kubur.

Surat At-Takatsur Ayat 1

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

Al-hākumut-takāṡur

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,

Surat Al-Qari’ah Ayat 10

وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ

Wa mā adrāka mā hiyah

Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?

Surat Al-Qari’ah Ayat 9

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ

Fa ummuhụ hāwiyah

Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

Surat Al-Qari’ah Ayat 8

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ

Wa ammā man khaffat mawāzīnuh

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,

Surat Al-Qari’ah Ayat 7

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ

Fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah

Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.

Surat Al-Qari’ah Ayat 6

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ

Fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh

Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,

Surat Al-Qari’ah Ayat 5

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ

Wa takụnul-jibālu kal-‘ihnil-manfụsy

Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

Surat Al-Qari’ah Ayat 4

يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ

Yauma yakụnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡụṡ

Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,

Surat Al-Qari’ah Ayat 3

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ

Wa mā adrāka mal-qāri’ah

Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

Surat Al-‘Adiyat Ayat 11

إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ

Inna rabbahum bihim yauma`iżil lakhabīr

Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.

Surat Al-‘Adiyat Ayat 10

وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ

Wa huṣṣila mā fiṣ-ṣudụr

Dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,

Surat Al-‘Adiyat Ayat 9

۞ أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ

A fa lā ya’lamu iżā bu’ṡira mā fil-qubụr

Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,

Surat Al-‘Adiyat Ayat 8

وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ

Wa innahụ liḥubbil-khairi lasyadīd

Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.

Surat Al-‘Adiyat Ayat 7

وَإِنَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ

Wa innahụ ‘alā żālika lasyahīd

Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,

Surat Al-‘Adiyat Ayat 6

إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ

Innal-insāna lirabbihī lakanụd

Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,

Surat Al-‘Adiyat Ayat 5

فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا

Fa wasaṭna bihī jam’ā

Dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,

Surat Al-‘Adiyat Ayat 4

فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا

Fa aṡarna bihī naq’ā

Maka ia menerbangkan debu,

Surat Al-‘Adiyat Ayat 3

فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا

Fal-mugīrāti ṣub-ḥā

Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,

Surat Al-‘Adiyat Ayat 2

فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا

Fal-mụriyāti qad-ḥā

Dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),

Surat Al-‘Adiyat Ayat 1

وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا

Wal-‘ādiyāti ḍab-ḥā

Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,

Surat Az-Zalzalah Ayat 8

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Wa may ya’mal miṡqāla żarratin syarray yarah

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Surat Az-Zalzalah Ayat 7

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Fa may ya’mal miṡqāla żarratin khairay yarah

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Surat Az-Zalzalah Ayat 6

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ

Yauma`iżiy yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a’mālahum

Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,

Surat Az-Zalzalah Ayat 5

بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا

Bi`anna rabbaka auḥā lahā

Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

Surat Az-Zalzalah Ayat 4

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

Yauma`iżin tuḥaddiṡu akhbārahā

Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

Surat Az-Zalzalah Ayat 3

وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا

Wa qālal-insānu mā lahā

Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,

Surat Az-Zalzalah Ayat 2

وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا

Wa akhrajatil-arḍu aṡqālahā

Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,

Surat Az-Zalzalah Ayat 1

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا

Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),

Surat Al-Bayyinah Ayat 8

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

Jazā`uhum ‘inda rabbihim jannātu ‘adnin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, raḍiyallāhu ‘an-hum wa raḍụ ‘an-h, żālika liman khasyiya rabbah

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Surat Al-Bayyinah Ayat 7

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

Innallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti ulā`ika hum khairul-bariyyah

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

Surat Al-Bayyinah Ayat 6

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Innallażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna fī nāri jahannama khālidīna fīhā, ulā`ika hum syarrul-bariyyah

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

Surat Al-Bayyinah Ayat 5

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Wa mā umirū illā liya’budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimah

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Surat Al-Bayyinah Ayat 4

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ

Wa mā tafarraqallażīna ụtul-kitāba illā mim ba’di mā jā`at-humul-bayyinah

Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

Surat Al-Bayyinah Ayat 3

فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ

Fīhā kutubung qayyimah

Di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus.

Surat Al-Bayyinah Ayat 2

رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً

Rasụlum minallāhi yatlụ ṣuḥufam muṭahharah

(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran),

Surat Al-Bayyinah Ayat 1

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ

Lam yakunillażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna munfakkīna ḥattā ta`tiyahumul-bayyinah

Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

Surat Al-Qadr Ayat 5

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Salāmun hiya ḥattā maṭla’il-fajr

Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Surat Al-Qadr Ayat 4

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

Tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā bi`iżni rabbihim, ming kulli amr

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Surat Al-Qadr Ayat 3

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Lailatul-qadri khairum min alfi syahr

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Surat Al-Qadr Ayat 2

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

Wa mā adrāka mā lailatul-qadr

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

Surat Al-Qadr Ayat 1

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.

Surat Al-‘Alaq Ayat 19

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩

Kallā, lā tuṭi’hu wasjud waqtarib

Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

Surat Al-‘Alaq Ayat 18

سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ

Sanad’uz-zabāniyah

Kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,

Surat Al-‘Alaq Ayat 17

فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ

Falyad’u nādiyah

Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

Surat Al-‘Alaq Ayat 16

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ

Nāṣiyating kāżibatin khāṭi`ah

(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

Surat Al-‘Alaq Ayat 15

كَلَّا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ

Kallā la`il lam yantahi lanasfa’am bin-nāṣiyah

Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,

Surat Al-‘Alaq Ayat 14

أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ

A lam ya’lam bi`annallāha yarā

Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

Surat Al-‘Alaq Ayat 13

أَرَأَيْتَ إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

A ra`aita ing każżaba wa tawallā

Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?

Surat Al-‘Alaq Ayat 12

أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَىٰ

Au amara bit-taqwā

Atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

Surat Al-‘Alaq Ayat 11

أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ عَلَى الْهُدَىٰ

A ra`aita ing kāna ‘alal-hudā

Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,

Surat Al-‘Alaq Ayat 10

عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰ

‘abdan iżā ṣallā

Seorang hamba ketika mengerjakan shalat,

Surat Al-‘Alaq Ayat 9

أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَىٰ

A ra`aitallażī yan-hā

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,

Surat Al-‘Alaq Ayat 8

إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ

Inna ilā rabbikar-ruj’ā

Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).

Surat Al-‘Alaq Ayat 7

أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَىٰ

Ar ra`āhustagnā

Karena dia melihat dirinya serba cukup.

Surat Al-‘Alaq Ayat 6

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ

Kallā innal-insāna layaṭgā

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

Surat Al-‘Alaq Ayat 5

عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

‘allamal-insāna mā lam ya’lam

Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Surat Al-‘Alaq Ayat 4

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

Allażī ‘allama bil-qalam

Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,

Surat Al-‘Alaq Ayat 3

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ

Iqra` wa rabbukal-akram

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

Surat Al-‘Alaq Ayat 2

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

Khalaqal-insāna min ‘alaq

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Surat Al-‘Alaq Ayat 1

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Iqra` bismi rabbikallażī khalaq

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

Surat At-Tin Ayat 8

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ

A laisallāhu bi`aḥkamil-ḥākimīn

Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Surat At-Tin Ayat 7

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ

Fa mā yukażżibuka ba’du bid-dīn

Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

Surat At-Tin Ayat 6

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

Illallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti fa lahum ajrun gairu mamnụn

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

Surat At-Tin Ayat 5

ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ

ṡumma radadnāhu asfala sāfilīn

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

Surat At-Tin Ayat 4

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Surat At-Tin Ayat 3

وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ

Wa hāżal-baladil-amīn

Dan demi kota (Mekah) ini yang aman,

Surat At-Tin Ayat 2

وَطُورِ سِينِينَ

Wa ṭụri sīnīn

Dan demi bukit Sinai,

Surat At-Tin Ayat 1

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ

Wat-tīni waz-zaitụn

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

Surat Al-Insyirah Ayat 8

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

Wa ilā rabbika fargab

Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Surat Al-Insyirah Ayat 7

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

Fa iżā faragta fanṣab

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

Surat Al-Insyirah Ayat 6

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Inna ma’al-‘usri yusrā

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Surat Al-Insyirah Ayat 5

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Fa inna ma’al-‘usri yusrā

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

Surat Al-Insyirah Ayat 4

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

Wa rafa’nā laka żikrak

Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,

Surat Al-Insyirah Ayat 3

الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ

Allażī angqaḍa ẓahrak

Yang memberatkan punggungmu?

Surat Al-Insyirah Ayat 2

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

Wa waḍa’nā ‘angka wizrak

Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,

Surat Al-Insyirah Ayat 1

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

A lam nasyraḥ laka ṣadrak

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,

Surat Ad-Dhuha Ayat 11

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Wa ammā bini’mati rabbika fa ḥaddiṡ

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.

Surat Ad-Dhuha Ayat 10

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ

Wa ammas-sā`ila fa lā tan-har

Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.

Surat Ad-Dhuha Ayat 9

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

Fa ammal-yatīma fa lā taq-har

Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

Surat Ad-Dhuha Ayat 8

وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ

Wa wajadaka ‘ā`ilan fa agnā

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

Surat Ad-Dhuha Ayat 7

وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ

Wa wajadaka ḍāllan fa hadā

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.

Surat Ad-Dhuha Ayat 6

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ

A lam yajidka yatīman fa āwā

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Surat Ad-Dhuha Ayat 5

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ

Wa lasaufa yu’ṭīka rabbuka fa tarḍā

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.

Surat Ad-Dhuha Ayat 4

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

Wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā

Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).

Surat Ad-Dhuha Ayat 3

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

Mā wadda’aka rabbuka wa mā qalā

Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.

Surat Ad-Dhuha Ayat 2

وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ

Wal-laili iżā sajā

Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),

Surat Al-Lail Ayat 21

وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ

Wa lasaufa yarḍā

Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.

Surat Al-Lail Ayat 20

إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ

Illabtigā`a waj-hi rabbihil-a’lā

Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.

Surat Al-Lail Ayat 19

وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَىٰ

Wa mā li`aḥadin ‘indahụ min ni’matin tujzā

Padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,

Surat Al-Lail Ayat 18

الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّىٰ

Allażī yu`tī mālahụ yatazakkā

Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,

Surat Al-Lail Ayat 17

وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى

Wa sayujannabuhal-atqā

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,

Surat Al-Lail Ayat 16

الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

Allażī każżaba wa tawallā

Yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).

Surat Al-Lail Ayat 15

لَا يَصْلَاهَا إِلَّا الْأَشْقَى

Lā yaṣlāhā illal-asyqā

Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,

Surat Al-Lail Ayat 14

فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ

Fa anżartukum nāran talaẓẓā

Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.

Surat Al-Lail Ayat 13

وَإِنَّ لَنَا لَلْآخِرَةَ وَالْأُولَىٰ

Wa inna lanā lal-ākhirata wal-ụlā

Dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.

Surat Al-Lail Ayat 12

إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ

Inna ‘alainā lal-hudā

Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,

Surat Al-Lail Ayat 11

وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّىٰ

Wa mā yugnī ‘an-hu māluhū iżā taraddā

Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.

Surat Al-Lail Ayat 10

فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ

Fa sanuyassiruhụ lil-‘usrā

Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.

Surat Al-Lail Ayat 9

وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ

Wa każżaba bil-ḥusnā

Serta mendustakan pahala terbaik,

Surat Al-Lail Ayat 8

وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ

Wa ammā mam bakhila wastagnā

Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,

Surat Al-Lail Ayat 7

فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ

Fa sanuyassiruhụ lil-yusrā

Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

Surat Al-Lail Ayat 6

وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ

Wa ṣaddaqa bil-ḥusnā

Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),

Surat Al-Lail Ayat 5

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ

Fa ammā man a’ṭā wattaqā

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,

Surat Al-Lail Ayat 4

إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ

Inna sa’yakum lasyattā

Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.

Surat Al-Lail Ayat 3

وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ

Wa mā khalaqaż-żakara wal-unṡā

Dan penciptaan laki-laki dan perempuan,

Surat Al-Lail Ayat 2

وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ

Wan-nahāri iżā tajallā

Dan siang apabila terang benderang,

Surat Al-Lail Ayat 1

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ

Wal-laili iżā yagsyā

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),

Surat Asy-Syams Ayat 15

وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا

Wa lā yakhāfu ‘uqbāhā

Dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.

Surat Asy-Syams Ayat 14

فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا

Fa każżabụhu fa ‘aqarụhā fa damdama ‘alaihim rabbuhum biżambihim fa sawwāhā

Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),

Surat Asy-Syams Ayat 13

فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا

Fa qāla lahum rasụlullāhi nāqatallāhi wa suqyāhā

Lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: (“Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya”.

Surat Asy-Syams Ayat 12

إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا

Iżimba’aṡa asyqāhā

Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

Surat Asy-Syams Ayat 11

كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا

Każżabaṡ ṡamụdu biṭagwāhā

(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,

Surat Asy-Syams Ayat 10

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Wa qad khāba man dassāhā

Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Surat Asy-Syams Ayat 9

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

Qad aflaḥa man zakkāhā

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

Surat Asy-Syams Ayat 8

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

Fa al-hamahā fujụrahā wa taqwāhā

Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Surat Asy-Syams Ayat 7

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا

Wa nafsiw wa mā sawwāhā

Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

Surat Asy-Syams Ayat 6

وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا

Wal-arḍi wa mā ṭaḥāhā

Dan bumi serta penghamparannya,

Surat Asy-Syams Ayat 5

وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا

Was-samā`i wa mā banāhā

Dan langit serta pembinaannya,

Surat Asy-Syams Ayat 4

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا

Wal-laili iżā yagsyāhā

Dan malam apabila menutupinya,

Surat Asy-Syams Ayat 3

وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا

Wan-nahāri iżā jallāhā

Dan siang apabila menampakkannya,

Surat Asy-Syams Ayat 2

وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا

Wal-qamari iżā talāhā

Dan bulan apabila mengiringinya,

Surat Asy-Syams Ayat 1

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا

Wasy-syamsi wa ḍuḥāhā

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,

Surat Al-Balad Ayat 20

عَلَيْهِمْ نَارٌ مُؤْصَدَةٌ

‘alaihim nārum mu`ṣadah

Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.

Surat Al-Balad Ayat 19

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ

Wallażīna kafarụ bi`āyātinā hum aṣ-ḥābul-masy`amah

Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.

Surat Al-Balad Ayat 18

أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ

Ulā`ika aṣ-ḥābul-maimanah

Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

Surat Al-Balad Ayat 17

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ

ṡumma kāna minallażīna āmanụ wa tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau bil-mar-ḥamah

Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Surat Al-Balad Ayat 16

أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ

Au miskīnan żā matrabah

Atau kepada orang miskin yang sangat fakir.

Surat Al-Balad Ayat 15

يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ

Yatīman żā maqrabah

(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

Surat Al-Balad Ayat 14

أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ

Au iṭ’āmun fī yaumin żī masgabah

Atau memberi makan pada hari kelaparan,

Surat Al-Balad Ayat 12

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ

Wa mā adrāka mal-‘aqabah

Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

Surat Al-Balad Ayat 11

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ

Fa laqtaḥamal-‘aqabah

Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.

Surat Al-Balad Ayat 10

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

Wa hadaināhun-najdaīn

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,

Surat Al-Balad Ayat 9

وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ

Wa lisānaw wa syafataīn

Lidah dan dua buah bibir.

Surat Al-Balad Ayat 8

أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ

A lam naj’al lahụ ‘ainaīn

Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata,

Surat Al-Balad Ayat 7

أَيَحْسَبُ أَنْ لَمْ يَرَهُ أَحَدٌ

A yaḥsabu al lam yarahū aḥad

Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?

Surat Al-Balad Ayat 6

يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًا لُبَدًا

Yaqụlu ahlaktu mālal lubadā

Dan mengatakan: “Aku telah menghabiskan harta yang banyak”.

Surat Al-Balad Ayat 5

أَيَحْسَبُ أَنْ لَنْ يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ

A yaḥsabu al lay yaqdira ‘alaihi aḥad

Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya?

Surat Al-Balad Ayat 4

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

Laqad khalaqnal-insāna fī kabad

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

Surat Al-Balad Ayat 3

وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ

Wa wālidiw wa mā walad

Dan demi bapak dan anaknya.

Surat Al-Balad Ayat 2

وَأَنْتَ حِلٌّ بِهَٰذَا الْبَلَدِ

Wa anta ḥillum bihāżal-balad

Dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,

Surat Al-Balad Ayat 1

لَا أُقْسِمُ بِهَٰذَا الْبَلَدِ

Lā uqsimu bihāżal-balad

Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),

Surat Al-Fajr Ayat 30

وَادْخُلِي جَنَّتِي

Wadkhulī jannatī

Masuklah ke dalam surga-Ku.

Surat Al-Fajr Ayat 29

فَادْخُلِي فِي عِبَادِي

Fadkhulī fī ‘ibādī

Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,

Surat Al-Fajr Ayat 28

ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً

Irji’ī ilā rabbiki rāḍiyatam marḍiyyah

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

Surat Al-Fajr Ayat 27

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

Yā ayyatuhan-nafsul-muṭma`innah

Hai jiwa yang tenang.

Surat Al-Fajr Ayat 26

وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ

Wa lā yụṡiqu waṡāqahū aḥad

Dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

Surat Al-Fajr Ayat 25

فَيَوْمَئِذٍ لَا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ

Fa yauma`iżil lā yu’ażżibu ‘ażābahū aḥad

Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya.

Surat Al-Fajr Ayat 24

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

Yaqụlu yā laitanī qaddamtu liḥayātī

Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”.

Surat Al-Fajr Ayat 23

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ

Wa jī`a yauma`iżim bijahannama yauma`iżiy yatażakkarul-insānu wa annā lahuż-żikrā

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

Surat Al-Fajr Ayat 22

وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا

Wa jā`a rabbuka wal-malaku ṣaffan ṣaffā

Dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.

Surat Al-Fajr Ayat 21

كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا

Kallā iżā dukkatil-arḍu dakkan dakkā

Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,

Surat Al-Fajr Ayat 20

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

Wa tuḥibbụnal-māla ḥubban jammā

Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

Surat Al-Fajr Ayat 19

وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَمًّا

Wa ta`kulụnat-turāṡa aklal lammā

Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

Surat Al-Fajr Ayat 18

وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Wa lā tahāḍḍụna ‘alā ṭa’āmil-miskīn

Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

Surat Al-Fajr Ayat 17

كَلَّا ۖ بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ

Kallā bal lā tukrimụnal-yatīm

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,

Surat Al-Fajr Ayat 16

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

Wa ammā iżā mabtalāhu fa qadara ‘alaihi rizqahụ fa yaqụlu rabbī ahānan

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.

Surat Al-Fajr Ayat 15

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ

Fa ammal-insānu iżā mabtalāhu rabbuhụ fa akramahụ wa na”amahụ fa yaqụlu rabbī akraman

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.

Surat Al-Fajr Ayat 14

إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ

Inna rabbaka labil-mirṣād

Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

Surat Al-Fajr Ayat 13

فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ

Fa ṣabba ‘alaihim rabbuka sauṭa ‘ażāb

Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,

Surat Al-Fajr Ayat 12

فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ

Fa akṡarụ fīhal-fasād

Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,

Surat Al-Fajr Ayat 11

الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ

Allażīna ṭagau fil-bilād

Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

Surat Al-Fajr Ayat 10

وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ

Wa fir’auna żil-autād

Dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),

Surat Al-Fajr Ayat 9

وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ

Wa ṡamụdallażīna jābuṣ-ṣakhra bil-wād

Dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah,

Surat Al-Fajr Ayat 8

الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ

Allatī lam yukhlaq miṡluhā fil-bilād

Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

Surat Al-Fajr Ayat 7

إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ

Irama żātil-‘imād

(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,

Surat Al-Fajr Ayat 6

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ

A lam tara kaifa fa’ala rabbuka bi’ād

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad?

Surat Al-Fajr Ayat 5

هَلْ فِي ذَٰلِكَ قَسَمٌ لِذِي حِجْرٍ

Hal fī żālika qasamul liżī ḥijr

Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.

Surat Al-Fajr Ayat 4

وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ

Wal-laili iżā yasr

Dan malam bila berlalu.

Surat Al-Fajr Ayat 3

وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ

Wasy-syaf’i wal-watr

Dan yang genap dan yang ganjil,

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 26

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ

ṡumma inna ‘alainā ḥisābahum

Kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 25

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ

Inna ilainā iyābahum

Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 24

فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ

Fa yu’ażżibuhullāhul-‘ażābal-akbar

Maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 23

إِلَّا مَنْ تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ

Illā man tawallā wa kafar

Tetapi orang yang berpaling dan kafir,

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 22

لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ

Lasta ‘alaihim bimuṣaiṭir

Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 21

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ

Fa żakkir, innamā anta mużakkir

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 20

وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

Wa ilal-arḍi kaifa suṭiḥat

Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 19

وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ

Wa ilal-jibāli kaifa nuṣibat

Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 18

وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ

Wa ilas-samā`i kaifa rufi’at

Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 17

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ

A fa lā yanẓurụna ilal-ibili kaifa khuliqat

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 16

وَزَرَابِيُّ مَبْثُوثَةٌ

Wa zarābiyyu mabṡụṡah

Dan permadani-permadani yang terhampar.

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 15

وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ

Wa namāriqu maṣfụfah

Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 14

وَأَكْوَابٌ مَوْضُوعَةٌ

Wa akwābum mauḍụ’ah

Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya),

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 13

فِيهَا سُرُرٌ مَرْفُوعَةٌ

Fīhā sururum marfụ’ah

Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan,

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 12

فِيهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ

Fīhā ‘ainun jāriyah

Di dalamnya ada mata air yang mengalir.

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 11

لَا تَسْمَعُ فِيهَا لَاغِيَةً

Lā tasma’u fīhā lāgiyah

Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna.

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 8

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاعِمَةٌ

Wujụhuy yauma`iżin nā’imah

Banyak muka pada hari itu berseri-seri,

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 7

لَا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ

Lā yusminu wa lā yugnī min jụ’

Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 6

لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِنْ ضَرِيعٍ

Laisa lahum ṭa’āmun illā min ḍarī’

Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 5

تُسْقَىٰ مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ

Tusqā min ‘ainin āniyah

Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 4

تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً

Taṣlā nāran ḥāmiyah

Memasuki api yang sangat panas (neraka),

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 2

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ

Wujụhuy yauma`iżin khāsyi’ah

Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,

Surat Al-Ghasyiyah Ayat 1

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ

Hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah

Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?