Get Multi Tafsir

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Arab-Latin: ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn

Artinya: (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

Arab-Latin: ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus,

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Menarik Tentang Get Multi Tafsir

Ditemukan variasi penjabaran dari banyak mufassirin berkaitan isi get multi tafsir, misalnya seperti berikut:

Tunjukilah dan bimbinglah kami serta berilah Taufik bagi kami menuju jalan yang lurus, teguhkanlah kami di atasnya hingga kami bertemu dengan-Mu kelak. Yaitu agama Islam yang merupakan Jalan yang jelas  yang menyampaikan kepada keridhoan Allah dan kepada surga-Nya yang telah ditunjukkan oleh penutup para Rosul dan Para Nabi Allah, yaitu  Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. maka tidak ada jalan menuju kebahagiaan bagi seorang hamba kecuali dengan Istiqomah di atas jalan tersebut. (Tafsir al-Muyassar)

Tunjukilah kami jalan yang lurus, tuntunlah kami ke sana, dan teguhkanlah kami di atasnya serta tambahkanlah hidayah bagi kami. Arti "aṣ-Ṣirāṭ al-Mustaqīm" adalah jalan yang terang serta tak berkelok, yaitu Islam yang Allah mengutus Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dengannya. (Tafsir al-Mukhtashar)

Tuntunlah kami menuju jalan yang lurus, jelas dan tidak menyimpang, yaitu islam dan iman (Tafsir al-Wajiz)

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ Makna dari (الهداية) adalah petunjuk atau pertolongan untuk menjalankan ketaatan; sedangkan permintaan petunjuk dari yang diungkapkan oleh orang yang telah mendapat petunjuk berarti ia meminta tambahan hidayah dari hidayah yang telah ada. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala: “Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya.” (QS. Muhammad : 17) Makna dari (الصراط المستقيم) secara bahasa adalah: jalan yang tidak berbelok; dan yang dimaksud dalam ayat adalah jalan Islam. Dijelaskan dalam hadist yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan Tirmidzi dari an-Nawwas bin Sam’an dari Rasulullah SAW beliau Bersabda: “Allah memberikan perumpamaan berupa sirath mustaqim (jalan yang lurus). Kemudian di atas kedua sisi jalan itu terdapat dua dinding. Dan pada kedua dinding itu terdapat pintu-pintu yang terbuka lebar. Kemudian di atas setiap pintu terdapat tabir penutup yang tejulur. Dan di atas pintu jalan terdapat penyeru yang berkata, “Wahai sekalian manusia, masuklah kalian semua ke dalam Shirath dan janganlah kalian menoleh kesana kemari!” Sementara di bagian dalam dari Shirath juga terdapat penyeru yang selalu mengajak untuk menapaki Shirath, dan jika seseorang hendak membuka pintu-pintu yang berada di sampingnya, maka ia berkata, “Celaka kau! Janganlah sekali-kali membukanya! Karena jika kau membukanya maka kau akan masuk kedalamnya.” Ash-Shirath itu adalah Al-Islam. Kedua dinding itu merupakan batasan-batasan Allah Ta’ala. Sementara pintu-pintu yang terbuka adalah hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Dan adapun penyeru di depan Shirath itu adalah Kitabullah (Al-Qur`an) ‘Azza wa Jalla. Sedangkan penyeru dari atas Shirath adalah penasihat Allah (naluri) yang terdapat pada setiap kalbu seorang mukmin.” (Zubdatut Tafsir)

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Arab-Latin: iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn

Artinya: Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

Kami mengkhususkan Engkau dengan ibadah, dankami  hanya memohon pertolongan kepada Engkau saja dalam semua urusan kami Sebab semua urusan berada di tangan-Mu, tidak ada seorang pun selain mu yang memiliki sebesar biji sawi sekalipun darinya. Dan dalam ayat ini terkandung petunjuk bahwa seorang hamba tidak boleh melakukan sesuatu pun dari jenis-jenis ibadah seperti berdoa, Istighosah, menyembelih dan thowaf kecuali  untuk Allah Semata, dan di dalamnya juga terkandung obat hati  dari penyakit berupa bergantung kepada selain Allah, dan dari penyakit Ria, ‘ujub dan sombong. (Tafsir al-Muyassar)

Kami mempersembahkan segala jenis peribadatan dan ketaatan hanya kepada-Mu, dan kami tidak menyekutukan-Mu dengan siapapun. Hanya dari-Mu saja lah kami meminta pertolongan dalam semua urusan kami, karena di tangan-Mu lah segala macam kebaikan. Dan tidak ada penolong lain selain Engkau. (Tafsir al-Mukhtashar)

Kami khususkan kepadaMu, Ya Allah, ibadah dan permohonan pertolongan kami. Kami tidak akan menyembah dan meminta pertolongan kepada selain Engkau (Tafsir al-Wajiz)

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ Yakni, kami mengkhususkan ibadah hanya untuk-Mu dan kami mengkhususkan pertolongan hanya kepada-Mu, kami tidak menyembah selain-Mu dan kami tidak meminta pertolongan selain-Mu. Dan makna secara bahasa dari ibadah adalah batas terjauh dari tunduk dan taat; sedangkan makna secara syar’i adalah sesuatu yang terkumpul didalamnya kesempurnaan cinta, tunduk, dan takut. Penggunaan kata ganti “kami” dalam ayat ini (dari sisi kebahasaan bahasa Arab) sebagai ungkapan dari orang yang berdo’a dan orang lain, dan bukan dimaksudkan sebagai penghormatan diri. Sedangkan kata ibadah didahulukan dari kata permintaan pertolongan karena ibadah merupakan wasilah/jalan untuk meminta pertolongan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas terntang tafsir dari ayat ini (إياك نعبد) yakni: Wahai Rabb kami hanya kepada-Mu kami mengesakan dan takut, tak ada selain-Mu. (وإياك نستعين) dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan dalam menjalankan ketaatan-Mu dan dalam segala urusan kami, tak ada selain-Mu. Dan diriwayatkan dari Qatadah bahwa ia berkata: Allah Ta’ala telah memerintahkan kalian agar ikhlas dalam beribadah kepada-Nya dan agar senantiasa memohon pertolongan dalam segala urusan kalian. (Zubdatut Tafsir)

مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ

Arab-Latin: māliki yaumid-dīn

Artinya: Yang menguasai di Hari Pembalasan.

Dialah Allah Subhanahu Wa Ta'ala Satu-satunya yang memiliki kekuasaan pada hari kiamat, yaitu hari pembalsan atas amal perbuatan. Dalam bacaan seorang muslim terhadap ayat ini dalam setiap rokaat dari shalat-salatnya,  terkandung peringatan baginya akan datangnya hari akhir  dan juga memberi motivasi kepadanya untuk mempersiapkan diri dengan amal Shalih dan menahan diri dari maksiat-maksiat dan keburukan keburukan. (Tafsir al-Muyassar)

Pengagungan kepada Allah -Ta'ālā- bahwa Dia lah Sang Maha Raja Pemilik segalanya pada hari kiamat, tak satu jiwa pun memiliki kuasa atas jiwa lainnya. "Yaumuddīn" berarti hari Pembalasan dan Perhitungan. (Tafsir al-Mukhtashar)

Raja segala urusan pada hari perhitungan dan hari pembalasan; dan Dialah satu-satunya penguasa pada hari itu (Tafsir al-Wajiz)

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ Ayat ini diriwayatkan dengan dua bacaan (مَلِك) yang berarti raja dan (مالك) yang berarti pemilik sesuatu, ada pendapat mengatakan bahwa kata (مَلِك) lebih luas dan lebih dalam maknanya daripada kata (مالك), karena perintah raja harus dilaksanakan oleh pemilik sesuatu apabila pemilik tersebut berada didaerah kekuasaan sang raja, sehingga perbuatan seorang pemilik harus dibawah aturan sang raja. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa kata (مالك) lebih dalam maknanya daripada kata (مَلِك) karena bisa jadi ia adalah pemilik manusia dan yang lainnya. Adapun sebenarnya perbedaan dari dua sifat tersebut jika dinisbahkan pada Allah Ta’ala adalah bahwa (مَلِك) adalah sifat dari Dzat Allah Ta’ala sedangkan (مالك) adalah sifat dari perbuatan Allah Ta’ala. Sedangkan makna (يوم الدين) adalah hari pembalasan dari Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya. Imam Qatadah berkata: (يوم الدين) adalah hari dimana Allah Ta’ala memberi balasan kepada hamba-hambaNya atas perbuatan mereka. (Zubdatut Tafsir)

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Arab-Latin: bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Aku memulai membaca Alquran dengan menyebut nama Allah sambil memohon pertolongan kepada-Nya. Allah adalah merupakan nama  Untuk Robb Yang Maha banyak berkahnya lagi Maha Tinggi, zat yang berhak diibadahi yang tidak ada yang lain selain-Nya. Dan ini adalah merupakan nama paling khusus diantara nama-nama Allah ta'ala yang tidak dinamai dengan nama ini  selain Allah yang Maha banyak berkahnya lagi Maha Tinggi. الرَّحْمَنِ  (yang maha pengasih) yang memiliki Rahmat umum yang meliputi seluruh makhluk,  الرَّحِيمِ (yang maha penyayang) yakni kepada orang-orang Mukmin. dan keduanya merupakan dua nama diantara nama Allah ta’ala yang keduanya mencakup penetapan sifat Rahmah (menyayangi) bagi Allah sebagaimana yang layak bagi keagungannya. (Tafsir al-Muyassar)

Dengan menyebut nama Allah aku mulai membaca Al-Qur`ān ini. Aku memohon pertolongan Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- dan berharap keberkahan dengan menyebut nama-Nya. Lafal Basmalah mengandung tiga nama Allah yang sangat baik, yaitu: 1. Allāh, Zat yang berhak disembah, dan nama ini merupakan nama khusus hanya berlaku bagi Allah -Ta'ālā-, sehingga siapa pun tidak diperkenankan menyandang nama tersebut selain Dia -Subḥānahu-. 2. Ar-Raḥmān, pemilik rahmat yang luas, Dia Zat yang maha pengasih. 3. Ar-Raḥīm, pemilik rahmat yang menyeluruh. Dia merahmati siapa pun yang dikehendaki-Nya dari makhluk-Nya, dan di antaranya hamba-hamba-Nya yang beriman. (Tafsir al-Mukhtashar)

{Bismillaahirrahmaanirrahiim} Aku memulai bacaanku seraya meminta pertolongan dengan menyebut nama Allah dan DzatNya. Dialah Dzat yang penuh rahmat (kasih sayang) dan kebaikan yang dilimpahkan kepada mereka yang diberkahi. Sifat Ar-Rahman cakupannya lebih luas daripada Ar-Rahim. Nama Allah dimunculkan berdasarkan dzat, hakikat dan wujudNya (Tafsir al-Wajiz)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ Para ulama berbeda pendapat dalam basmalah ini, sebagian mereka berpendapat bahwa basmalah adalah ayat yang berdiri sendiri pada setiap awal surat ; pendapat lain berkata bahwa ia termasuk ayat pada setiap surat, dan mungkin adalah termasuk ayat hanya dari surat al-Fatihah; pendapat lain berkata bahwa ia bukan merupakan ayat pada setiap surat dan penulisannya hanya sebagai pembatas diantara dua surat. Akan tetapi para ulama sepakat bahwa ia adalah bagian dari sebuah ayat pada surat an-Naml. اللَّهِ nama yang hanya disematkan untuk Allah Ta’ala, yang berasal dari kata (الإله), yang sebelum penghilangan hamzahnya disematkan untuk segala yang disembah baik itu sesembahan yang haq maupun yang batil, dan kemudian penggunaannya condong kepada sesembahan yang haq. الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ keduanya adalah nama yang diambil dari kata rahmat; dan nama Rahman memiliki makna yang lebih dalam daripada nama Rahim, dan nama Rahman tidak disematkan kecuali untuk Allah Azza Wajalla. (Zubdatut Tafsir)

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Arab-Latin: al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Pujian kepada Allah dengan  sifat-sifatnya yang semuanya merupakan sifat-sifat kesempurnaan dan karena nikmat-nikmat nya yang nampak maupun yang tersembunyi, yang bersifat agamawi maupun duniawi, yang didalamnya terkandung perintah bagi para hambanya untuk memuji-Nya karena Dialah satu-satunya yang berhak mendapat pujian. Sebab Dialah yang mengadakan semua makhluk, yang menangani urusan-urusan mereka, yang mengatur seluruh makhlukNya dengan nikmat-nikmat nya dan membimbing para wali-Nya dengan iman dan amal sholeh. (Tafsir al-Muyassar)

Segala bentuk pujian berupa keagungan dan kesempurnaan hanya bagi Allah semata, karena Dia Tuhan segala sesuatu, Pencipta dan Pengaturnya. "Al-'Ālamūn" adalah bentuk plural dari "Ālam" yaitu segala sesuatu selain Allah -Ta'ālā-. (Tafsir al-Mukhtashar)

Pujian lisan dan hati (tercurah) atas kesempurnaan nikmat Allah. (Dialah) Sebenar-benar Dzat yang disembah, Pengayom alam semesta yang terdiri dari manusia, jin, malaikat, dan setan, sekaligus Raja dan Pengatur urusan-urusan mereka. Dialah Dzat yang paling berhak menerima segala pujian hati maupun lisan (Tafsir al-Wajiz)

الْحَمْدُ لِلَّهِ (الحمد) merupakan pujian dengan lisan kepada sesuatu yang indah, yang dilakukan kerena kesempurnaan yang ada pada sesuatu yang dipuji meskipun bukan merupakan balasan dari sebuah kenikmatan. Sedangkan (الشكر) merupakan pujian dengan lisan, hati, serta perbuatan yang tidak dilakukan kecuali sebagai bentuk balasan dari sebuah kenikmatan. Sehingga Allah Ta’ala adalah Dzat yang berhak atas (الحمد) dan (الشكر). رَبِّ الْعَالَمِينَ Ar-Rabb merupakan salah satu nama Allah yang tidak disematkan kepada selain-Nya kecuali bila disandangkan dengan kata yang lain, misal: (الرجل رب المنزل) orang ini adalah pemilik rumah. Dan ar-Rabb berarti Pemilik, Tuhan, Pengatur, dan yang Disembah. Sedangkan kata (العالمين) adalah bentuk jamak dari kata (العالم) yang berarti segala sesuatu kecuali Allah Ta’ala; dan menurut pendapat lain berarti makhluk yang berakal yakni manusia, jin, malaikat, dan setan. (Zubdatut Tafsir)

ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Arab-Latin: ar-raḥmānir-raḥīm

Artinya: Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

الرَّحْمَنِ (yang maha pengasih) maksudnya yang memiliki Rahmat umum yang mencakup seluruh alam, الرَّحِيمِ (yang maha penyayang) yakni terhadap orang-orang Mukmin. dan keduanya merupakan dua nama diantara nama-nama Allah. (Tafsir al-Muyassar)

Ini merupakan sanjungan untuk Allah -Ta'ālā- setelah memuji-Nya di ayat sebelumnya. (Tafsir al-Mukhtashar)

Dzat yang memiliki keluasan dan keabadian rahmat di dunia dan akhirat (Tafsir al-Wajiz)

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ Tafsir dari kalimat ini telah dijelaskan sebelumnya. Setelah disebutkan bahwa Allah Ta’ala disifati sebagai (رب العالمين) Pemilik semesta alam yang memberi rasa ketakutan dalam hati makhluk-Nya, maka Allah menyandingkan kata (الرحمن الرحيم) yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang karena mengandung makna kecintaan. Sehingga terkumpul dalam sifat-sifat-Nya antara sifat untuk takut dari Allah dan cinta kepada-Nya agar lebih memudahkan untuk menjalankan ketaatan kepada-Nya. (Zubdatut Tafsir)

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah sekumpulan penjelasan dari kalangan ulama tafsir mengenai kandungan dan arti get multi tafsir (arab, latin, artinya), moga-moga memberi kebaikan untuk ummat. Dukung usaha kami dengan mencantumkan hyperlink menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.