Quran Surat Yusuf Ayat 16

وَجَآءُوٓ أَبَاهُمْ عِشَآءً يَبْكُونَ

Arab-Latin: Wa jā`ū abāhum 'isyā`ay yabkụn

Terjemah Arti: Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis.

Tafsir Quran Surat Yusuf Ayat 16

Dan datanglah keluarga-keluarga Yusuf kepada ayah mereka pada waktu isya di permulaan malam dalam keadaan menangis dan memperlihatkan perasaan sesal lagi gelisah.

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

16. Saudara-saudara Yusuf datang kepada ayah mereka di waktu Isya sambil berpura-pura menangis agar tipu daya mereka berhasil.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

16. Setelah mereka menjalankan tipu daya yang mereka rencanakan, mereka berusaha menutupinya; mereka datang kepada ayah mereka pada awal malam untuk meminta maaf, mereka berpura-pura menangis agar menampakkan kesedihan atas kepergian saudara mereka.

📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

16. وَجَآءُوٓ أَبَاهُمْ عِشَآءً يَبْكُونَ (Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis)
Mereka pura-pura menangis untuk menghiasi kedustaan mereka dan menyembunyikan makar mereka.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

16. Mereka kembali kepada ayah mereka di waktu sore dengan pura-pura menangis untuk menutupi perbuatan dan kebohongan mereka. Mereka membuat ayah mereka percaya bahwa mereka itu jujur.

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

16. “kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis” agar keterlambatan mereka dari kebiasaanya, dan tangisan mereka menjadi bukti dan penguat atas kejujuran mereka.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Makna kata : (عِشَآءٗ) ‘isyaa : setelah matahari terbenam, awal malam.

Makna ayat :
Setelah mereka selesai, mereka menyembelih seekor anak kambing, dan melumuri bajunya dengan darah tersebut, kemudian pulang kepada ayah mereka di petang hari menangis sambil membawa kabar musibah ini kepada ayah mereka yang sudah tua, Allah berfirman, (وَجَآءُوٓ أَبَاهُمۡ عِشَآءٗ) yaitu mereka pulang pada awal malam ( يَبۡكُونَ ) menangis.

Pelajaran dari ayat :
- Dipilihnya malam untuk meminta uzur bukan siang hari, karena mata malu untuk melihat mata, sebagaimana perkataan penyair,
كَيْفَ يَرْجُوْ الْحَيَاءَ مِنْهُ صَدِيْقُ وَ مَكَانُ الْحَيَاءِ مِنْهُ خَرَابُ
Bagaimana seorang teman malu kepadanya
Sedangkan tempat malunya sudah runtuh?
Maksudnya, matanya sudah tidak bisa buta.

📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Kedatangan mereka pada sore hari (terlambat) dan sambil menangis dimaksudkan agar menjadi penguat terhadap ucapan mereka.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Setelah mereka menceburkan nabi yusuf ke dalam sumur dan meninggalkannya sendirian, kemudian mereka datang kepada ayah mereka pada petang hari sambil menangis sebagai ekspresi bahwa mereka sedih. Dengan cara ini mereka menduga bahwa ayahnya percaya dengan berita yang akan mereka sampaikan, sehingga perbuatan jahat mereka tertutupi. Kemudian mereka berkata, wahai ayah kami! sesungguhnya kami pergi bermain sambil berlomba memanah dan berpacu, dan kami tinggalkan yusuf di dekat barang-barang kami sendirian di tempat yang aman. Saat kami meninggalkan yusuf sebentar, tiba-tiba datang serigala lalu dia dimakan serigala. Sungguh sangat mengejutkan, dan engkau tentu tidak akan percaya kepada kami dengan berita ini, sekalipun kami berkata benar. Hal itu karena cintamu yang berlebih-lebihan kepada yusuf, sehingga engkau berprasangka buruk kepada kami.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 012. Yusuf