Quran Surat Ath-Thalaq Ayat 2-3

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا۟ ذَوَىْ عَدْلٍ مِّنكُمْ وَأَقِيمُوا۟ ٱلشَّهَٰدَةَ لِلَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا

Arab-Latin: fa iżā balagna ajalahunna fa amsikụhunna bima'rụfin au fāriqụhunna bima'rụfiw wa asy-hidụ żawai 'adlim mingkum wa aqīmusy-syahādata lillāh, żālikum yụ'aẓu bihī mang kāna yu`minu billāhi wal-yaumil-ākhir, wa may yattaqillāha yaj'al lahụ makhrajā

Terjemah Arti: Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

Tafsir Quran Surat Ath-Thalaq Ayat 2-3

Jika mereka telah mendekati masa berakhirnya iddah mereka maka rujuklah mereka demi cinta dan hubungan yang baik, atau biarkan kalian tidak merujuk mereka hingga iddah mereka berakhir lalu mereka berkuasa atas diri mereka dengan kalian berikan kepada mereka hak-hak mereka. Jika kalian hendak merujuk mereka atau berpisah dengan mereka maka persaksikan dua saksi yang adil dari kalian sebagai upaya mencegah pertikaian. Dan bersaksilah -wahai para saksi- dengan kesaksian untuk mencari rida Allah. Hukum-hukum tersebut untuk mengingatkan orang yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari Kiamat, karena dia adalah orang yang bisa mendapatkan manfaat dari peringatan dan nasihat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, niscaya Allah memberikan baginya jalan keluar dari segala kesempitan dan kesusahan yang terjadi padanya. (Tafsir al-Mukhtashar)

Jika mereka telah mendekati akhir masa iddah, maka ruju’ilah mereka dengan baik tanpa menyakiti atau melepaskan mereka sampai habis masa iddahnya. Penuhilah hak-hak mereka, Berhati-hatilah jangan sampai menyakiti mereka jika ingin melakukan ruju’, seperti melakukan ruju’ dengannya kemudian menalaknya lagi selama masa iddahnya. Bersaksilah kalian (meliputi kalian semua) sebagai saksi yang adil atas perkala talak dan ruju’ agar terhindar dari keragu-raguan dan menghentikan perselisihan. Lakukanlah hal itu wahai para saksi dengan ikhlas karena Allah tanpa berpihak (pada siapapun) atau tanpa menyimpang dari kebenaran. Itulah hal-hal yang diperintahkan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir dalam perkara talak atau ruju’ dan kesaksian. Karena itu adalah nasehat yang bermanfaat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, maka dimudahkan urusan-urusannya. Ibnu Mardawiyah dan Al-Khutaib dari Ibnu Abbas: “Sesungguhnya ayat ini diturunkan berkenaan dengan anak Auf bin Malik yang ditawan musuh, kemudian kedua orang tuanya memperbanyak bacaan hauqalah. Setelah itu, musuhnya mengabaikannya, lalu dia menaiki kambingnya dan kembali pulang ke ayahnya” (Tafsir al-Wajiz)

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ (Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya) Yakni jika telah sampai pada akhir masa iddah. فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ(maka rujukilah mereka dengan baik) Yakni rujuklah dengannya dengan memperlakukan mereka secara baik dan karena kecintaan, dan bukan dengan maksud untuk memberi mudharat bagi mereka. أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ(atau lepaskanlah mereka dengan baik) Yakni biarkanlah mereka agar masa iddahnya selesai, sehingga mereka terbebas dari ikatan pernikahan, namun kalian harus tetap memenuhi hak mereka yang harus kalian tunaikan serta janganlah memberi mereka mudharat. Pada akhir masa iddah kalian tidak memiliki pilihan kecuali merujuk mereka dengan baik atau melepas mereka dengan baik pula, adapun merujuk mereka dengan maksud memberi mudharat atau melepas mereka untuk menyakiti dan menolak menunaikan hak mereka, maka itu diharamkan bagi kalian. وَأَشْهِدُوا۟ ذَوَىْ عَدْلٍ مِّنكُمْ(dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu) Yang menyaksikan rujuk atau perceraian yang kalian pilih, agar tidak terjadi perselisihan di lain waktu. وَأَقِيمُوا۟ الشَّهٰدَةَ لِلَّـهِ ۚ( dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah) Perintah ini ditujukan bagi para saksi, agar mereka menyampaikan kesaksian itu dengan sebenar-benarnya untuk mendekatkan diri kepada Allah. ذٰلِكُمْ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْءَاخِرِ ۚ (Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat) Allah hanya menyebut orang yang beriman karena hanya ia yang mau mengambil manfaat dari hal itu. وَمَن يَتَّقِ اللَّـهَ(Barangsiapa bertakwa kepada Allah) Yakni barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dengan menjalankan hukum-hukum-Nya yang telah Dia tetapkan. يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا(niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar) Dari masalah yang menimpanya. (Zubdatut Tafsir)